Selasa, 29 September 2020

 

 

Nasional

Polres Jakpus Ungkap Modus Peredaran Narkoba Dengan Bungkus Kuaci

Abubakar
Kamis, 28 November 2019 14:03 WIB

Polres Jakpus Ungkap Modus Peredaran Narkoba Dengan Bungkus Kuaci
Wakapolres Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Susatyo Purnomo Condro di Polres Jakarta Pusat

SOKSINEWS.COM, Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Pusat mengungkap modus sindikat pengedar obat- obatan terlarang jenis sabu yang terbungkus layaknya camilan kuaci untuk didistribusikan kepada para pembelinya.

Pengungkapan sindikat narkoba ini diketahui Polisi dari laporan warga di kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Tidak hanya sabu seberat 3,73 kilogram, polisi juga menemukan barang bukti lainnya berupa 4.120 pil ekstasi dari para pelaku.

"Sat Reskrim tim narkoba Jakarta Pusat ini melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap satu tersangka. Dengan inisial YDS (34 tahun). Barang bukti yang berhasil diamankan saat itu adalah sekira 44 gram awalnya," kata Wakapolres Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Susatyo Purnomo Condro di Polres Jakarta Pusat, Kamis, (28/11/19).

Setelah penggeledahan mendalam ditemukan 3,6 kilogram sabu dan pil ekstasi sebanyak 4000 butir di apartemen yang ditinggali YDS untuk meracik 'narkoba kuaci'nya itu.

Penyelidikan berlanjut dan membawa Polisi ke Bekasi dan menangkap kawan YDS yaitu MBH di kediamannya serta ditemukan sebanyak 77 gram sabu serta 200 pil ekstasi.

"Hasil penggeledahan, mereka meracik dan disamarkan dalam bentuk kuaci. Dia bikin sendiri bungkusan ini dan memasukkan narkoba ke dalamnya," ujar Susatyo.

Diketahui YDS dan MBH menjual satu paket narkoba kuacinya dengan harga sekitar Rp 300.000 ribu per paketnya dan meraup untung yang lebih besar mencapai miliaran rupiah.

"Mereka menggunakan sel terputus. Transaksi bisa dilakukan di tempat hiburan malam dan tempat lain," kata Susatyo.

Susatyo mengatakan YDS dan MBH adalah pemain lama yang menggunakan trik bungkus camilan ataupun makanan agar polisi tidak curiga dengan bisnis kotor yang mereka jalankan.

"Mereka pakai kemasan yang sangat umum. Yang orang tak curiga. Mungkin orang lihatnya seperti beras atau kopi sehingga orang tak curiga," ujar Susatyo.

Para pelaku dijerat pasal 114 (2) sub Pasal 112 (2) UU No 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman mencapai 20 tahun.

Kasus pengedaran narkoba dengan modus ini masih didalami lebih lanjut agar dapat diketahui penyuplai utama obat- obatan terlarang tersebut.[]

Berita Lainnya

Liverpool Hajar Everton 3-1, Langsung Nyodok Peringkat 2

SOKSINEWS.COM, Liverpool berhasil menyodok ke peringkat kedua klasemen sementara Liga Primer Inggris 2020-2021. Sang juara bertahan . . .

Nasional Selasa, 29 September 2020

Politisi Senior Golkar Asal Pati Firman Soebagyo Raih PWI Jateng Award 2020

SOKSINEWS.COM, Politisi senior Golkar Firman Soebagyo, yang duduk sebagai anggota komisi IV DPR RI memperoleh penghargaan di Bidang . . .

Nasional Selasa, 29 September 2020

TPU Pondok Ranggon dan Rorotan Ditunjuk Jadi Pemakaman Khusus Pasien COVID-19

SOKSINEWS.COM, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menambah lokasi khusus pemakaman jenazah pasien positif Covid-19 menyusul . . .

Nasional Senin, 28 September 2020

Turki Diperingatkan Agar Tak Ikut Campur dalam Konflik Armenia-Azerbaijan

SOKSINEWS.COM, Pernyataan mengejutkan datang dari Perdana Menteri (PM) Armenia, Nikol Pashinyan. Dia telah terang-terangan menyatakan . . .

Nasional Senin, 28 September 2020

Sebelum Tanding di Laga Pertama Lanjutan Liga 1, Pemain Persija Ikuti Swab Test

SOKSINEWS.COM, Para pemain Persija menjalani tes usap (swab test) COVID-19 sebelum menjalani laga pertama lanjutan Liga 1 Indonesia . . .

Nasional Senin, 28 September 2020