Minggu, 09 Agustus 2020

 

 

Ekonomi

Warga Palangka Raya Keluhkan Tingginya Harga Gas Bersubsidi

Abubakar
Minggu, 01 Desember 2019 15:52 WIB

Warga Palangka Raya Keluhkan Tingginya Harga Gas Bersubsidi
Gas elpiji 3 kilogram

SOKSINEWS.COM, Sejumlah warga di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengeluhkan masih tingginya harga gas elpiji 3 kg atau gas bersubsidi yang saat ini menembus Rp38.000 ribu per tabung.

"Harga gas elpiji 3 kilogram bersubsidi di warung atau pengecer ini jauh dari harga eceran tertinggi (HET). Harga saat ini Rp38.000 per tabung sementara HET di tingkat pangkalan Rp17.500 per tabung," kata Maryati, warga Palangka Raya, Minggu, (01/12/19).

Ibu satu anak ini pun mengaku bingung dengan masih tingginya harga jual gas bersubsidi di wilayah "Kota Cantik" ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah itu.

"Jika dihitung selisih antara harga HET di Pangkalan dengan harga jual di tingkat pengecer lebih dari dua kali lipat. Entah kenapa harga gas bersubsidi tetap malah dan sulit sekali turun," katanya.

Dia pun berharap kinerja pemerintah kota pada akhir 2019 semakin membaik yang salah satunya dibuktikan dengan mampunya menstabilkan harga gas yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu itu.

Norjanah warga Palangka Raya lainnya juga mengatakan hal yang serupa bahwa harga gas elpiji di tingkat pengecer jauh dari harga eceran tertinggi yang dikeluarkan pemerintah.

"Memang di pangkalan masih ada yang jual sesuai HET. Namun itu pun kami harus mengantre cukup panjang dan menggunakan foto kopi KTP yang berlaku satu tabung gas," katanya.

Untuk itu, agar menghindari antrean dia mengaku terpaksa membeli gas elpiji di pengecer meski harus diperoleh dengan harga yang jauh lebih mahal.

"Memang untuk di pengecer banyak stoknya. Kita tidak sulit mendapatkan gas. Namun yang harus menjadi perhatian pemerintah ialah harganya yang sangat menguras kantong," katanya.

Sebelumnya, Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Nenie A Lambung mendesak pemerintah kota serius mencari penyebab masih tingginya harga gas elpiji 3 kg.

"Pemerintah harus hadir di tengah kondisi warganya termasuk harus mampu menstabilkan harga gas elpiji di tingkat pengecer," katanya.[]

Berita Lainnya

Bandara Semarang Layani Penerbangan Terbatas Saat Pandemi COVID-19

SOKSINEWS.COM, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Kota Semarang, Jawa Tengah, mulai melayani penerbangan sejumlah maskapai . . .

Ekonomi Sabtu, 09 Mei 2020

Kemenkeu Ungkap Ruangguru Paling Banyak Dipilih Peserta Prakerja

SOKSINEWS.COM, Kementerian Keuangan mengungkap mitra Kartu Prakerja yakni Ruangguru menjadi kanal digital yang paling banyak dipilih . . .

Ekonomi Jumat, 08 Mei 2020

Sri Mulyani : Percepatan Bansos Tahan Penurunan Konsumsi Di Kuartal II

SOKSINEWS.COM, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan keputusan pemerintah untuk mempercepat penyaluran bantuan sosial . . .

Ekonomi Jumat, 08 Mei 2020

Industri masih jadi penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi kuartal I

SOKSINEWS.COM, Sektor industri masih memberikan kontribusi paling besar terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional . . .

Ekonomi Rabu, 06 Mei 2020

Kementan sebut bawang merah segera panen raya

SOKSINEWS.COM, Kementerian Pertanian menyatakan bahwa komoditas bawang merah yang kini harganya masih terpantau tinggi, akan segera . . .

Ekonomi Senin, 04 Mei 2020