Jumat, 06 Desember 2019

 

 

Ekonomi

Presiden Ingin Tekan Impor Migas Kurangi Defisit Transaksi Berjalan

Abubakar
Senin, 02 Desember 2019 17:18 WIB

Presiden Ingin Tekan Impor Migas Kurangi Defisit Transaksi Berjalan
Presiden Joko Widodo

SOKSINEWS.COM,  Presiden Joko Widodo menginginkan agar impor minyak dan gas dikurangi sehingga persoalan terkait defisit neraca transaksi berjalan bisa diselesaikan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat acara makan siang bersama wartawan di Istana Merdeka Jakarta, mengatakan selama bertahun-tahun defisit neraca transaksi berjalan di Indonesia tak kunjung selesai.  Senin, (02/12/19).

“Karena kita tahu yang namanya impor migas gede banget. Padahal kita juga memiliki sumur-sumur minyak yang bisa berproduksi ditingkatkan. Yang mestinya produksinya ditingkatkan. Kalau betul-betul berkurang baru impor, bukan menggantungkan terus pada impor dan lifting produksi minyak kita turun terus,” kata Presiden.

Selain itu berkaitan dengan substitusi impor jika bisa diproduksi di dalam negeri maka tak semestinya dilakukan impor.

“Contoh tadi minyak dan pembangunan kilang minyaknya, refinerynya. Sudah 30 tahun lebih kita enggak bangun satu kilang pun. Kalau kilang dibangun itu ada turunannya nanti,” katanya.

Ia menegaskan, petrochemical turunannya banyak dan beragam sementara Indonesia masih mengimpor petrokimia.

Padahal kata dia, kesempatan untuk membuat produk tersebut terbuka lebar namun sayangnya tidak kunjung dikerjakan.

“Ini ada apa? Ini yang mau kita selesaikan ini. Ini gede banget ini kalau bisa selesaikan refinery dan akan impor-impor petrokimia akan anjlok turun,” katanya.

Selain itu, terkait bahan bakar nabati berupa campuran antara biodiesel dengan solar baik B20, B30, maupun B50, menurut Presiden jika hal tersebut konsisten diterapkan di dalam negeri maka dampak pertama harga minyak sawit atau CPO Indonesia akan naik.

Hal kedua yakni impor juga akan turun karena ada produk substitusi.

“Kenapa ini enggak bisa dikerjakan bertahun-tahun? Ya karena masih banyak yang senang impor minyak. Gampang, menyelesaikan masalah dengan impor itu paling mudah. Untungnya juga gede. Bisa dibagi ke mana-mana. Kejadiannya seperti itu sehingga kalau tadi bisa diselesaikan, defisit neraca berjalan kita bisa turun,” katanya.[]

Berita Lainnya

Wamenlu: Perusahan AS Berkomitmen Investasi Lebih Besar di RI

SOKSINEWS.COM, Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan Amerika Serikat yang beroperasi . . .

Ekonomi Kamis, 05 Desember 2019

BI Dorong Hilirisasi Rumput Laut Tingkatkan Daya Saing Ekspor

SOKSINEWS.COM, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan (KPw BI Sulsel)  mendorong program hilirisasi rumput laut . . .

Ekonomi Kamis, 05 Desember 2019

OJK Imbau Masyarakat Sulut Waspadai Investasi Bodong

SOKSINEWS.COM, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara Slamet Wibowo mengimbau seluruh . . .

Ekonomi Kamis, 05 Desember 2019

Presiden Harap Pengusaha AS Optimalkan Peluang Bisnis di RI

SOKSINEWS.COM, Presiden Joko Widodo berharap para pengusaha Amerika Serikat mengoptimalkan peluang bisnis di negara-negara ASEAN . . .

Ekonomi Kamis, 05 Desember 2019

Mobile Banking Bank Nagari Permudah Nasabah Monitor Rekening

SOKSINEWS.COM, Layanan Mobile Banking dari PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumatera Barat dapat dimanfaatkan oleh para nasabah . . .

Ekonomi Rabu, 04 Desember 2019