Selasa, 29 September 2020

 

 

Nasional

Buku BDF Ke-12, Menlu Soroti Demokrasi Inklusif Dan Kerapuhan Negara

Abubakar
Kamis, 05 Desember 2019 12:53 WIB

Buku BDF Ke-12, Menlu Soroti Demokrasi Inklusif Dan Kerapuhan Negara
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi

SOKSINEWS.COM, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, saat membuka gelaran Forum Demokrasi Bali (Bali Democracy Forum/BDF) ke-12, menyoroti demokrasi inklusif dalam kaitannya dengan kerapuhan atau kestabilan suatu negara.

"Semakin inklusif sebuah negara, maka negara tersebut akan semakin tidak rapuh atau stabil. Oleh karenanya, proses demokrasi memerlukan partisipasi dan kontribusi aktif seluruh lapisan masyarakat," kata Retno di Bali, Kamis, (5/12/19).

Kementerian Luar Negeri melakukan penelitian soal keterkaitan antara kualitas kebebasan--yang mewakili demokrasi, penyertaan (inclusion), dan tingkat kerapuhan negara yang melibatkan 209 negara.

Hasil penelitian itu menunjukkan 49 persen mempunyai kecenderungan korelasi antara kebebasan, penyertaan, dan tingkat kerapuhan negara; sepuluh persen menunjukkan keterkaitan yang tidak konsisten dari ketiga elemen tersebut; sementara 41 persen sisanya menunjukkan hubungan yang tidak jelas antara ketiganya karena kekurangan data.

"Saya percaya jika datanya lebih lengkap, maka angka pada kategori pertama akan lebih dari 49 persen," ujar Retno menambahkan.

Akhir-akhir ini, banyak muncul gelombang protes dari masyarakat di sejumlah negara sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap pemimpin mereka yang bahkan dipilih melalui proses pemilihan umum.

Menurut Menlu Retno, hal itu mendukung argumen bahwa di negara demokrasi sekali pun, tingkat penyertaan yang rendah akan mengarah pada tingkat kerentanan negara yang lebih tinggi.

Atas dasar itu, Menlu RI menekankan pentingnya perjuangan untuk mempertahankan elemen-elemen demokrasi inklusif seperti tiga hal penting yang dibutuhkan di Indonesia saat ini, yaitu kepercayaan publik, keterlibatan perempuan, serta keterlibatan pemuda "sebagai pilar demokrasi masa depan."

Dengan mengangkat tema "Democracy and Inclusivity" ("Demokrasi dan Inklusivitas"), BDF ke-12 diselenggarakan selama dua hari pada 5-6 Desember 2019 dan dihadiri oleh delegasi dari 90 negara serta tujuh organisasi internasional.[]

Berita Lainnya

Liverpool Hajar Everton 3-1, Langsung Nyodok Peringkat 2

SOKSINEWS.COM, Liverpool berhasil menyodok ke peringkat kedua klasemen sementara Liga Primer Inggris 2020-2021. Sang juara bertahan . . .

Nasional Selasa, 29 September 2020

Politisi Senior Golkar Asal Pati Firman Soebagyo Raih PWI Jateng Award 2020

SOKSINEWS.COM, Politisi senior Golkar Firman Soebagyo, yang duduk sebagai anggota komisi IV DPR RI memperoleh penghargaan di Bidang . . .

Nasional Selasa, 29 September 2020

TPU Pondok Ranggon dan Rorotan Ditunjuk Jadi Pemakaman Khusus Pasien COVID-19

SOKSINEWS.COM, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menambah lokasi khusus pemakaman jenazah pasien positif Covid-19 menyusul . . .

Nasional Senin, 28 September 2020

Turki Diperingatkan Agar Tak Ikut Campur dalam Konflik Armenia-Azerbaijan

SOKSINEWS.COM, Pernyataan mengejutkan datang dari Perdana Menteri (PM) Armenia, Nikol Pashinyan. Dia telah terang-terangan menyatakan . . .

Nasional Senin, 28 September 2020

Sebelum Tanding di Laga Pertama Lanjutan Liga 1, Pemain Persija Ikuti Swab Test

SOKSINEWS.COM, Para pemain Persija menjalani tes usap (swab test) COVID-19 sebelum menjalani laga pertama lanjutan Liga 1 Indonesia . . .

Nasional Senin, 28 September 2020