Sabtu, 08 Agustus 2020

 

 

Nasional

Bertemu Mahfud MD, Menteri BUMN Bahas Radikalisme

Abubakar
Kamis, 05 Desember 2019 13:46 WIB

Bertemu Mahfud MD, Menteri BUMN Bahas Radikalisme
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir

SOKSINEWS.COM, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bertemu dengan Menko Polhukam Mahfud MD membahas tentang ancaman paham radikalisme di jajaran perusahaan plat merah.

"Saya mendapatkan laporan yang beliau dapatkan dari timnya, di mana beliau juga memberikan masukan mengenai radikalisasi yang ada di BUMN," katanya, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis, (5/12/19).

Namun, Erick enggan menjelaskan secara rinci mengenai apa saja yang dibahas dengan Mahfud terkait radikalisme dalam pertemuan tersebut.

"Ya, saya nggak boleh cerita lah," katanya, mengenai bahasan pertemuannya dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Yang jelas, Erick menegaskan bahwa persoalan ideologi sudah jelas, yakni Pancasila sebagai ideologi negara, dan tidak ada ideologi lain di Indonesia.

"Yang namanya ideologi kan sudah putus (diputuskan). Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika. Tidak ada ideologi lain yang ada di Indonesia, dan itu sendiri kan sudah diputuskan. Bukan saat ini lho, 'the founding father' jaman dulu," katanya.

Diakui Erick, berkembangnya paham radikal di kalangan BUMN lebih karena mereka mendapatkan pemahaman yang salah mengenai ajaran Islam.

"Saya rasa mereka juga punya perasaan yang positif atas pembangunan yang sudah terjadi. Mungkin mereka itu mendapat masukan yang tidak benar saja yang harus dijelaskan," katanya.

Dalam pertemuan itu, Erick mengaku Mahfud juga menyampaikan data dan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menanggulangi penyebaran paham radikalisme.

Namun, Erick enggan menceritakan lebih jauh, seraya menegaskan akan merealisasikan apa yang telah disarankan.

"Ya harus (direalisasikan), kan Menko. Kalau Menko yang perintah kita harus," katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius juga memberikan tanggapannya tentang adanya pegawai di BUMN yang terpapar radikalisme.

Bahkan, tidak hanya di BUMN, tetapi ada di tempat lain.

"Jangankan BUMN, semuanya ada. Polisi saja ada kok (terpapar radikalisme), Polwan. Saya (sudah) ngomong sama Polri," ujar Suhardi.[]

Berita Lainnya

Ini Tiga Program Depidar SOKSI Bali yang Dimotori Gus Adhi

SOKSINEWS.COM, Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Provinsi Bali yang diketuai  AA . . .

Nasional Sabtu, 08 Agustus 2020

SOKSI Bali Luncurkan Tiga Program untuk Wujudkan Spirit Karya Kekaryaan

SOKSINEWS.COM, Mengawali bulan Agustus di tahun 2020, Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia . . .

Nasional Sabtu, 08 Agustus 2020

SOKSI Siapkan Kader Terbaik untuk Menangkan Golkar di Berbagai Kontestasi Politik

SOKSINEWS.COM, Ketua Umum Depinas SOKSI periode 2020-2025 Ahmadi Noor Supit mengatakan bahwa agenda terbesar dalam kepengurusannya . . .

Nasional Sabtu, 08 Agustus 2020

Depicab SOKSI Jambi Rekrut 1000 Relawan untuk Sosialisasi Pilkada Damai

SOKSINEWS.COM, Dewan Pimpinan Cabang (Depicab) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Kota Jambi akan merekrut . . .

Nasional Kamis, 06 Agustus 2020

Kader SOKSI Diminta Aktif Kampanyekan Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan

SOKSINEWS.COM, Dalam mendukung upaya pencegahan penularan COVID-19, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria meminta . . .

Nasional Jumat, 31 Juli 2020