Sabtu, 26 September 2020

 

 

Nasional

Ketua MPR: Perkuat Armada "Coast Guard" Indonesia Di Natuna

Abubakar
Selasa, 07 Januari 2020 12:37 WIB

Ketua MPR: Perkuat Armada
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

SOKSINEWS.COM, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah Indonesia untuk memperkuat armada penjaga pantai atau "coast guard" di perairan Natuna karena petualangan China di Laut Natuna Utara akan terus berlanjut atau berulang.

"Saya mengingatkan pemerintah bahwa petualangan China di Laut Natuna Utara akan terus berlanjut atau berulang. Oleh karena itu, penguatan armada penjaga pantai Indonesia di perairan Natuna menjadi sangat relevan," kata Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, (07/01/2020).

Menurut dia, provokasi China di Perairan Natuna pada pekan kedua Desember 2019 merupakan pengulangan peristiwa serupa pada pada Maret 2016.

Dia mengatakan, pada Maret 2016, kapal ikan China juga masuk dengan cara ilegal ke perairan Natuna dengan tujuan mencuri ikan dan upaya penangkapan kapal oleh TNI dihalang-halangi kapal Coast Guard China.

"Modus yang sama dipraktikkan lagi pada Desember 2019, puluhan kapal ikan China masuk perairan Natuna dikawal pasukan penjaga pantai China plus kapal perang fregat untuk kegiatan IUUF (Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing). Jadi, semacam rencana bersama mencuri ikan yang diketahui dan melibatkan organ resmi pemerintah China," ujarnya.

Selain itu, menurut Bamsoet, China juga sudah angkat bicara menentang inisiatif Indonesia mengubah nama Laut China Selatan menjadi Laut Natuna Utara pada Juli 2017.

Dia menjelaskan, inisiatif Indonesia itu dikecam Beijing, dan saat itu Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang menilai penggantian nama itu tidak masuk akal.

"Pengadilan Arbitrase Internasional tentang Laut China Selatan pada 2016 memutuskan bahwa klaim China tentang sembilan garis putus-putus di perairan Natuna sebagai batas teritorial laut China tidak mempunyai dasar historis," kata politikus Partai Golkar itu.

Bamsoet menegaskan bahwa berpijak pada UNCLOS 1982 yang legalitasnya diperkuat oleh keputusan Arbitrase Internasional tahun 2016 itu, setapak pun Indonesia tidak boleh mundur dari Laut Natuna Utara.

Oleh karena itu, menurut dia, untuk mempertahankan kedaulatan RI atas Laut Natuna Utara, tidak diperlukan lagi perundingan atau negosiasi dengan pihak mana saja termasuk China.

"Untuk mewujudkan ambisinya menguasai perairan Natuna, boleh dipastikan China akan melanjutkan petualangannya di Laut Natuna Utara. Mereka akan terus memprovokasi Indonesia, khususnya pasukan TNI yang bertugas di perairan itu," katanya.

Oleh karena itu, menurut dia, penguatan armada penjaga pantai Indonesia di perairan Natuna menjadi sangat relevan.[]

Berita Lainnya

Per Hari Ini, Pasien Sembuh di Wisma Atlet Capai 15.126 Orang

SOKSINEWS.COM, Sampai dengan hari ini, Sabtu (26/9/2020), Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, mencatat . . .

Nasional Sabtu, 26 September 2020

Komisi IX Minta Semua Pihak Saling Menguatkan untuk Menghadapi Pandemi COVID-19

SOKSINEWS.COM, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena menyayangkan pendapat sebagian kalangan bahwa Pilkada bisa menjadi . . .

Nasional Sabtu, 26 September 2020

Pasien Sembuh dari COVID-19 Hari Ini Capai 4.343 Kasus

SOKSINEWS.COM, Satgas penanganan COVID-19 menyampaikan data terkini terkait jumlah kasus konfirmasi positif COVID-19 per hari . . .

Nasional Sabtu, 26 September 2020

DPR: Langkah Memaksimalkan Pengelolaan Aset Negara Pasti Kami Dukung

SOKSINEWS.COM, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Zulfikar Arse Sadikin mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan . . .

Nasional Sabtu, 26 September 2020

Politikus Golkar: Kawasan Industri Batang Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

SOKSINEWS.COM, Anggota Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam menilai Kawasan Industri Terpadu (KIT) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, . . .

Nasional Sabtu, 26 September 2020