Sabtu, 04 April 2020

 

 

Ekonomi

Sri Mulyani Sebut Devisit APBD 2019 RP353 Triliun

Abubakar
Selasa, 07 Januari 2020 13:00 WIB

Sri Mulyani Sebut Devisit APBD 2019 RP353 Triliun
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

SOKSINEWS.COM, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari Januari hingga Desember 2019 sebesar Rp353 triliun atau 2,2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Sri Mulyani menuturkan defisit tersebut merupakan 119,3 persen terhadap pagu APBN yaitu Rp296 triliun atau 1,84 persen terhadap PDB serta meningkat 31 persen (yoy) dibandingkan 2018 yaitu Rp269,4 triliun atau 1,82 persen terhadap PDB.

“Defisit kita untuk 2019 di level 2,2 persen terhadap PDB yaitu Rp353 triliun karena pendapatan negara tertekan sedangkan belanja negara terjaga,” katanya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, (07/01/2020).

Sri Mulyani menjelaskan dari sisi penerimaan negara sepanjang 2019 total realisasinya adalah Rp1.957,2 triliun atau 90,4 persen dari target APBN yaitu Rp2.165,1 triliun.

Menkeu mengatakan angka itu merupakan realisasi hingga 31 Desember 2019 pada pukul 24.00 waktu setempat namun bersifat sementara sebab masih dalam proses audit oleh pihak Badan Pemeriksa Keuangan.

“Ini posisi penutupan sampai 31 Desember namun realisasi sementara dan akan masih ada angka bergerak satu hingga dua bulan ke depan karena masih dalam tim audit BPK,” ujarnya.

Sri Mulyani menyatakan penerimaan negara tersebut masih mampu meningkat 0,7 persen (yoy) dibandingkan realisasi 2018 yang sebesar Rp1.943,7 triliun meskipun gejolak dunia sangat dirasakan pada tahun tersebut.

Ia merinci pendapatan negara itu berasal dari penerimaan perpajakan yang sepanjang 2019 sebesar Rp1.545,3 triliun, penerimaan negara bukan pajak Rp405 triliun, dan hibah Rp6,8 triliun.

Sedangkan dari sisi belanja negara sepanjang 2019 telah terealisasi Rp2.310,2 triliun atau 93,9 persen terhadap target APBN Rp2.461,1 triliun yang terdiri atas belanja pemerintah pusat Rp1.498,9 triliun serta transfer daerah dan dana desa Rp811,3 triliun.

Sri Mulyani menyebutkan melalui realisasi pendapatan dan belanja itu membuat defisit keseimbangan primer melonjak yaitu Rp77,5 triliun atau jauh lebih tinggi dari target APBN Rp20,1 triliun.

“Kalau dari sisi pembiayaan anggaran itu mencapai Rp399,5 triliun atau 134,9 persen dari pagu yakni Rp296 triliun,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengatakan defisit Indonesia masih lebih baik dibandingkan beberapa negara lain seperti Vietnam mencapai 4,4 persen PDB, Cina 6,1 persen PDB, Afrika Selatan 6,2 persen PDB, India 7,5 persen PDB, Amerika Serikat 5,6 persen PDB, dan Brasil 7,5 persen PDB.

“Jadi kalau kita lihat kombinasi pemerintah dalam menjaga fiskal untuk mampu mendorong ekonomi dan defisit melebar tapi jauh lebih rendah dari peer emerging countries lain,” katanya.[]

Berita Lainnya

Pertamina Tambah Pasokan LPG 38.080 Tabung

SOKSINEWS.COM, Pertamina mengantisipasi lonjakan kebutuhan LPG 3 kilogram dengan menambah fakultatif jumlah LPG yang terpusat . . .

Ekonomi Jumat, 28 Februari 2020

Luhut: Pariwisata Indonesia Rugi 500 Juta Dolar Karena COVID-19

SOKSINEWS.COM, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa sektor pariwisata . . .

Ekonomi Selasa, 25 Februari 2020

Pengamat: Kredit UMI Dorong Kemajuan Ekonomi Daerah

SOKSINEWS.COM,  Pengamat UMKM Universitas Tanjungpura Pontianak, Muhammad Fahmi, MM, AK, Ca menyebutkan kredit Ultra Mikro . . .

Ekonomi Senin, 24 Februari 2020

Pengamat: Pertumbuhan Ekonomi RI Direvisi Jadi Momentum Berbenah

SOKSINEWS.COM, Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Berly Martawardaya menilai revisi . . .

Ekonomi Jumat, 21 Februari 2020

Mendag Gandeng Pelaku Usaha India Tingkatkan Perdagangan

SOKSINEWS.COM,Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menekankan pentingnya berkolaborasi dengan pelaku usaha India dalam meningkatkan . . .

Ekonomi Jumat, 21 Februari 2020