Jumat, 03 April 2020

 

 

Ekonomi

Pengamat: Pertumbuhan Ekonomi RI Direvisi Jadi Momentum Berbenah

Abubakar
Jumat, 21 Februari 2020 16:03 WIB

Pengamat: Pertumbuhan Ekonomi RI Direvisi Jadi Momentum Berbenah
Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Berly Martawardaya

SOKSINEWS.COM, Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Berly Martawardaya menilai revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi RI tahun 2020 oleh Bank Indonesia menjadi kisaran 5,0 persen-5,4 persen dari sebelumnya 5,1 persen-5,5 persen harus menjadi momentum untuk berbenah.

"Ketika ekonomi sedang jelek, waktunya berbenah, sehingga tahun berikutnya bisa maju pesat," katanya dihubungi di Jakarta, Jumat.(21/02/2020).

Direktur Riset Indef itu menyebutkan pembenahan yang harus dilakukan di antaranya menyangkut masalah korupsi karena menjadi momok dalam melakukan bisnis di Tanah Air sesuai laporan indeks daya saing global 2017-2018.

Laporan yang dipublikasikan Forum Ekonomi Dunia (WEF) itu menempatkan masalah korupsi pada posisi pertama dari 16 faktor dengan indeks 13,8.

Selain itu, faktor lain di antaranya birokrasi pemerintahan yang tidak efisien dengan indeks 11,1 dan akses terhadap keuangan (9,2).

"Perangkat antikorupsi harus dijaga terus kuat dan sanksi tinggi. Kondisi hukum tidak terpisahkan dari ekonomi tapi bagian integral," imbuh Berly yang juga akademisi Universitas Indonesia (UI) itu.

Revisi dari BI itu, lanjut dia, juga realistis yang disebabkan tidak hanya dampak perlambatan ekonomi China akibat wabah Virus Corona tetapi juga karena pengaruh ekonomi global baik perang dagang dan geopolitik.

Selain China, negara lain yang juga mitra dagang RI dan terkena dampak Virus Corona adalah Jepang, Korea Selatan, dan Singapura yang ekonominya mengalami tekanan karena terdampak wabah tersebut.

Di sisi lain, kisaran pertumbuhan ekonomi dari BI, kata dia, masih lebih tinggi dibandingkan perkiraan lembaga internasional, ekonom, dan bahkan Indef yang sebelum merebak wabah Virus Corona, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi RI 2020 mencapai 4,8 persen.

"Moody's, lembaga internasional prediksi ekonomi RI 2020 itu 4,7 persen sebelum ada Corona dan itu bahkan lebih rendah dari kami. Jadi mencapai 5 persen tahun ini itu sulit," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan revisi perkiraan itu karena adanya penyebaran Virus Corona yang dapat mempengaruhi perekonomian Indonesia.

Menurut dia, Virus Corona tersebut dapat mempengaruhi kondisi perekonomian nasional melalui tiga sektor yaitu pariwisata, perdagangan, dan investasi.

Dalam menghadapi kondisi ini, Perry memastikan Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat sumber, struktur, dan kecepatan pertumbuhan ekonomi.

"Termasuk mendorong investasi melalui proyek infrastruktur dan implementasi RUU Cipta Kerja dan Perpajakan," katanya.

Melalui sejumlah pembenahan tersebut, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2021 akan kembali meningkat pada kisaran 5,2 persen-5,6 persen.[]

Berita Lainnya

Pertamina Tambah Pasokan LPG 38.080 Tabung

SOKSINEWS.COM, Pertamina mengantisipasi lonjakan kebutuhan LPG 3 kilogram dengan menambah fakultatif jumlah LPG yang terpusat . . .

Ekonomi Jumat, 28 Februari 2020

Luhut: Pariwisata Indonesia Rugi 500 Juta Dolar Karena COVID-19

SOKSINEWS.COM, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa sektor pariwisata . . .

Ekonomi Selasa, 25 Februari 2020

Pengamat: Kredit UMI Dorong Kemajuan Ekonomi Daerah

SOKSINEWS.COM,  Pengamat UMKM Universitas Tanjungpura Pontianak, Muhammad Fahmi, MM, AK, Ca menyebutkan kredit Ultra Mikro . . .

Ekonomi Senin, 24 Februari 2020

Pengamat: Pertumbuhan Ekonomi RI Direvisi Jadi Momentum Berbenah

SOKSINEWS.COM, Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Berly Martawardaya menilai revisi . . .

Ekonomi Jumat, 21 Februari 2020

Mendag Gandeng Pelaku Usaha India Tingkatkan Perdagangan

SOKSINEWS.COM,Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menekankan pentingnya berkolaborasi dengan pelaku usaha India dalam meningkatkan . . .

Ekonomi Jumat, 21 Februari 2020