Sabtu, 15 Agustus 2020

 

 

Nasional

Jasa Perjalanan Tidak Resmi Masih Jadi Pilihan Pemudik

Fegy Eras
Sabtu, 09 Mei 2020 16:35 WIB

Jasa Perjalanan Tidak Resmi Masih Jadi Pilihan Pemudik
Tampilan Login Facebook (antisocialbehaviorblog)

SOKSINEWS.COM, Pergerakan pemudik ke Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggunakan sejumlah jasa perjalanan tidak resmi atau travel gelap masih terjadi hingga Sabtu (9/5/2020). Jasa perjalanan tidak resmi menjadi pilihan bagi masyarakat yang tidak bisa mengakses angkutan umum selama larangan mudik diberlakukan.

Dilansir dari Kompas.com, sejak pemerintah memberlakukan larangan mudik, 24 April 2020, sedikitnya 12.169 orang tiba Kabupaten Brebes. Mereka datang dengan berbagai cara, mulai dari menggunakan kendaraan pribadi, menggunakan strategi perjalanan estafet, hingga menggunakan jasa perjalanan tidak resmi.

Jasa perjalanan tidak resmi banyak dipilih oleh masyarakat untuk menghindari pemeriksaan petugas. Selain bisa menghindari petugas, jasa perjalanan tidak resmi dinilai lebih praktis karena bisa menjemput dan mengantar penumpang dari pintu ke pintu. Hal itu membuat iklan jasa perjalanan tidak resmi marak di sejumlah media sosial, seperti Facebook, akhir-akhir ini.

Sejumlah pemerintah daerah bekerja sama dengan kepolisian melakukan beberapa upaya, seperti pemeriksaan kendaraan di jalur perbatasan, pemutarbalikan kendaraan, dan patroli siber untuk menertibkan penyedia jasa perjalanan gelap. Namun, masih ada saja kendaraan pembawa orang yang lolos dari pengawasan petugas.

Sejumlah sopir jasa perjalanan tidak resmi memilih untuk melintas di jalan-jalan perkampungan untuk menghindari pemeriksaan petugas. Biasanya, penumpang diminta untuk tidak membawa barang terlalu banyak agar petugas di pos-pos pemeriksaan tidak curiga.

”Kami juga memilih untuk berangkat dari Jakarta tengah malam. Biasanya, pengawasan saat malam hari lebih longgar, malah kadang tidak ada pemeriksaan sama sekali,” kata Aziz (35), sopir jasa perjalanan tidak resmi asal Brebes.

Selama larangan mudik berlaku, Aziz sudah sepuluh kali mengangkut orang-orang dari Jakarta menuju Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kota Tegal. Jumlah penumpang yang diangkut dalam sekali perjalanan sebanyak 4 orang.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Brebes Johari mengatakan, pihaknya kesulitan membendung arus pemudik nekat yang menggunakan jasa perjalanan tidak resmi untuk pulang ke Brebes. Selama larangan mudik, Johari berencana menambah titik-titik pemeriksaan kendaraan.

”Kalau sebelumnya pemeriksaan kendaraan hanya dilakukan di jalan-jalan tol dan jalan nasional, nantinya kami akan memeriksa kendaraan hingga ke jalan-jalan perkampungan. Daerah pemeriksaan juga akan berpindah setiap hari sehingga sopir travel gelap tidak bisa memprediksi kami mengadakan pemeriksaan di mana,” ujar Johari.[]

Berita Lainnya

Ketua Depidar SOKSI Kalimantan Selatan Nadjmi Adhani Meninggal Dunia

SOKSINEWS.COM, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Kalimantan Selatan, . . .

Nasional Senin, 10 Agustus 2020

Asari Syafii Ditunjuk Sebagai Plt Ketua DPD II Golkar Kota Jambi

SOKSINEWS.COM, ?Asari Syafii ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) DPD II Golkar Kota Jambi.  Penetapan itu tertuang dalam . . .

Nasional Senin, 10 Agustus 2020

Ini Tiga Program Depidar SOKSI Bali yang Dimotori Gus Adhi

SOKSINEWS.COM, Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Provinsi Bali yang diketuai  AA . . .

Nasional Sabtu, 08 Agustus 2020

SOKSI Bali Luncurkan Tiga Program untuk Wujudkan Spirit Karya Kekaryaan

SOKSINEWS.COM, Mengawali bulan Agustus di tahun 2020, Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia . . .

Nasional Sabtu, 08 Agustus 2020

SOKSI Siapkan Kader Terbaik untuk Menangkan Golkar di Berbagai Kontestasi Politik

SOKSINEWS.COM, Ketua Umum Depinas SOKSI periode 2020-2025 Ahmadi Noor Supit mengatakan bahwa agenda terbesar dalam kepengurusannya . . .

Nasional Sabtu, 08 Agustus 2020