Senin, 21 September 2020

 

 

Humaniora

Ziarah ke Makam Pendiri SOKSI, Supit: Kader Masa Kini Harus Ikuti Kiprah Prof. Suhardiman

Melly Kartika Adelia
Kamis, 06 Agustus 2020 09:49 WIB

Ziarah ke Makam Pendiri SOKSI, Supit: Kader Masa Kini Harus Ikuti Kiprah Prof. Suhardiman
Ketua Umum DEPINAS SOKSI, Ahmadi Noor Supit dan para Kader SOKSI saat ziarah ke makam Pendiri SOKSI, Prof. Suhardiman di Evergreen, Puncak, Jawa Barat.

SOKSINEWS.COM, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (DEPINAS SOKSI), Ahmadi Noor Supit berziarah ke makam pendiri SOKSI, Prof. Suhardiman di Evergreen, Puncak, Bogor pada Rabu (5/8/2020).

Pada ziarah pertama pasca terpilih sebagai Ketua Umum, Supit (sapaan akrabnya), mengatakan bahwa ini merupakan kegiatan penting, agar seluruh kader SOKSI senantiasa mengingat perjuangan serta figur Prof. Suhardiman.

“SOKSI di masa lalu ataupun ke depan harus banyak belajar dari sejarah, termasuk kepada sosok Prof. Suhardiman yang telah secara luar biasa memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara. Oleh karena itu sebagai konsekuensi logis kita sebagai kader dan penganut nilai yang ia berikan, maka kami berziarah ke makam beliau hari ini,” kata dia. 

Pada kesempatan ini, Supit juga mengapresiasi keberanian Prof. Suhardiman melawan komunisme di masa Orde Lama. Prof. Suhardiman bersama Mas Isman yang mendirikan Kosgoro dan RH Sugandhi Kartosubroto yang mendirikan MKGR, menyatakan sikap serupa, berhadapan langsung dengan aktifitas komunisme.

"Sumbangsihnya luar biasa, meski saat itu hanya berpangkat mayor. Di zaman Orde Baru pun peran Prof. Suhardiman luar biasa. Pemikiran beliau selalu benar, karena itu ia seringkali disebut sebagai dukun politik. Termasuk soal komunisme ini yang ternyata benar mengancam kedaulatan bangsa,” paparnya.

Setelah terpilih sebagai Ketua Umum DEPINAS SOKSI dalam RAPIMNAS III/Munas XI SOKSI pada 25 Juli 2020 lalu, ia berharap kader SOKSI masa kini mencontoh peninggalan serta kiprah Suhardiman dalam membangun organisasi dan membela Bangsa dan Negara. 

"Hanya saja jalannya berbeda, minimal kader SOKSI saat ini bisa aware terhadap kondisi bangsa dan negara dengan jalur kajian yang mendalam. Ini yang bisa kita contoh dari Pak Hardiman," kata Supit. 

“Pendapat Pak Hardiman selalu dipercaya, termasuk oleh pers dan media. Pendapatnya paling utama, karena mengandung kebenaran. Kita mungkin tidak mampu sekuat pendiri, tapi minimal kita belajar untuk berpikir ke depan,” tambahnya.

Prof. Suhardiman adalah tokoh penting di balik berdirinya SOKSI, yakni sebuah organisasi yang pada masanya menjadi salah satu organisasi pendiri Golongan Karya (Golkar) untuk mengimbangi kekuatan komunis yang berkembang di Tanah Air.

Prof. Suhardiman tutup usia pada Minggu (13/12/2015) malam sekitar pukul 21.15 di kediamannya di daerah Cipete, Fatmawati, Jakarta Selatan.[] 

Berita Lainnya

Tenaga Kesehatan di Yogyakarta Terpapar COVID-19 Saat Sedang Tracing

SOKSINEWS.COM, Dua puskesmas di Kota Yogyakarta terpaksa ditutup sementara usai beberapa tenaga kesehatannya terkonfirmasi COVID-19 . . .

Humaniora Sabtu, 19 September 2020

Menko Perekonomian Paparkan Beberapa Indikator Sinyal Pemulihan Ekonomi Nasional

SOKSINEWS.COM, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut beberapa indikator yang mengalami perbaikan . . .

Humaniora Jumat, 18 September 2020

PMI Sebut 200 Pasien Telah Jalani Terapi Plasma Konvalesen

SOKSINEWS.COM, Kepala Bidang Pembinaan Kualitas Unit Donor Darah Pusat Palang Merah Indonesia (PMI), dr Robby Nur Aditya . . .

Humaniora Jumat, 18 September 2020

Masker Scuba dan Buff Tak Efektif Tangkal COVID-19, Ini Penjelasannya

SOKSINEWS.COM, Pemerintah resmi melarang penggunaan masker scuba dan buff sebagai pengganti masker kain karena dinilai . . .

Humaniora Kamis, 17 September 2020

Empat Gedung Milik Pemprov DKI Ini Terpaksa Ditutup Karena COVID-19

SOKSINEWS.COM, Wabah virus corona di DKI Jakarta sudah menyasar hingga ke kalangan pejabat, bahkan sudah melampaui ring satu . . .

Humaniora Kamis, 17 September 2020