Senin, 21 Oktober 2019 -

 

 

Diamnya PDIP Atas Tekanan Terhadap Ahok Patut Dipertanyakan

Nasional  -  Senin, 17 Oktober 2016, 10:34 WIB
Penulis. Iwan Setiawan

Ujang Komarudin - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR)

JAKARTA, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menyebutkan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) seolah mencoba nendulang keuntungan dari sikap diamnya membela Basuki T Purnama atas masalah yang dideranya. Sikap PDIP tersebut patut dipertanyakan, padahal PDIP sebagai Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot di Pilgub DKI tahun 2017. Pasalnya, ketika Ahok mengalami tekanan berat justru Partai Golkar mati-matian membelanya.

“Saya kira ada persaingan antarpartai di dalam tim pemenangan Ahok-Djarot. Selama ini, memang PDIP tidak pernah ketemu dengan Golkar dan selalu saling berhadapan atau saling bertarung,” katanya saat dihubungi, Senin (17/10).

Ujang menuturkan, masih segar dalam ingatan kita dimana PDIP saat belum menetapkan dukungannya terhadap Ahok. Kader-kadernya sering melontarkan komentar pedas terhadap bekas Bupati Belitung Timur itu.

“Dimana posisi PDIP sebelum dukung Ahok semua orang tahu, bahkan PDIP genjar menyerang Ahok. Setelah masuk tentu mereka (PDIP) akan mementingkan kepentingannya sendiri dan tidak mau ikut jadi buruk. Ini terlihat dari sikap diamnya PDIP,” jelasnya.

Selain itu, Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar ini menyebutkan, ada sejarah panjang pula dimana PDIP selalu senang jika Golkar tidak menjadi pemenang nomor 1 dari pemilu ke pemilu.

Ujang menuturkan, PDIP pernah sakit hati kepada Golkar ketika jatah Ketua DPR yang harusnya didapat PDIP karena memenangkan Pemilu 2014 justru diambil Golkar, dengan cara merubah UU MD3. Bahkan, yang masih hangat adalah ketika Golkar bermanuver mendukung Jokowi sebagai Capres 2019 tanpa syarat dihadapan Mega dalam Rapimnas I Golkar, beberapa waktu lalu.

Dengan kondisi ini, tambah Ujang, PDIP tentu tidak tinggal diam. Di Pilkada DKI, partai besutan Megawati ini menyodok di akhir masa pendaftaran untuk mendukung AhokDjarot.

Lalu, menggusur Ketua Tim pemenangan dari Golkar, diambil alih kader PDIP. Karena itu, Ujang menyarankan, sudah saatnya Golkar sadar dan mencari formulasi tepat agar masyarakat tidak keburu mencap negatif partai berlambang pohon beringin ini.

“Saya rasa Golkar jangan sampai kecolongan, karena sebenarnya PDIP adalah musuh dalam selimut yang nyata dan kejam dalam politik,” pungkasnya.[]


IPR Ujang Komarudin Pilkada

 

 

Baca Juga