Minggu, 21 Januari 2018 -

 

 

Proses Pembebasan Lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sudah 82 Persen

Ekonomi  -  Jumat, 11 November 2016, 18:32 WIB
Penulis.

(Ilustrasi: Sindonews.net)

BANDUNG, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi Wiryawan mengatakan proses pembebasan lahan untuk proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung hingga saat ini sudah mencapai 82 persen.

"Dari kebutuhan lahan sekitar 700 hektare yang akan dibebaskan, ditargetkan selesai akhir tahun ini. Kami masih bebasin lahan. Sekarang sudah diangka 82 persen dari total target," kata Hanggoro Budi W, usai mengikuti Rapat Pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang, di Bandung, Jumat.

Menurut dia angka 82 persen tersebut adalah lahan milik masyarkat. Dari kebutuhan 700 hektare sebagian besar disumbang oleh lahan yang dimiliki BUMN.

Selain itu pihaknya juga mengklaim, meskipun ada persoalan dasar-dasar legalitas pembayaran lahan sudah dilakukan.

"Jadi ada yang sudah bayar-bayar ada tanah yang kita kuasai dari BUMN," katanya.

Hanggoro mengakui ada sejumlah kendala dalam percepatan proyek tersebut, namun upaya simultan seperti penuntasan tata ruang secara simultan terus dilakukan.

Ia juga membantah, sejumlah daerah yang dilintasi proyek tersebut belum mendapat kepastian trase. "Untuk trase sudah selesai, kami sudah koordinasi dengan BPN," katanya.

Ia menjelaskan PT KCIC sejauh ini terus melakukan upaya koordinasi dengan pemerintah daerah untuk meminimalisir persoalan di lapangan.

Dirinya juga enggan membahas bahkan terkesan menghindar ketika ditanyakan tentang adanya spekulan tanah dalam proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

"Saya belum bicara itu, karena ini baru mau bahas dasar-dasar legalitas. Jadi saya enggak mau bicara itu (spekulan tanah)," kata Hanggoro.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa berharap revisi rencana tata ruang tata wilayah pemerintah pusat bisa selesai pada tahun ini agar proyek infrastrtuktur di Jawa Barat seperti kereta cepat bisa terakomodir dengan baik.

"Tadi dari pemaparan Pak Dirjen Tata Ruang akhir November akan selesai. Maka pembangunan di Jabar, bukan hanya kereta cepat, tapi juga ketahanan pangan, waduk, di beberapa tempat bisa terakomodir," ujarnya.[]

Copyright: Antara
Kereta CepatKereta

 

 

Baca Juga