Sabtu, 18 Agustus 2018 -

 

 

Wakil Ketua MPR Dorong Masyarakat Beralih Dari Mengkonsumsi Daging Ke Ikan

Hiburan  -  Jumat, 18 November 2016, 07:30 WIB
Penulis.

Wakil Ketua MPR Mahyudin

JAKARTA, Wakil Ketua MPR Mahyudin mendorong kebijakan konsumsi ikan yang dinilai perlu lebih digalakkan oleh pemerintah khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) guna menekan tingkat ketergantungan terhadap daging sapi.

"Harga daging sapi pada Idul Adha lalu sempat mencapai Rp150.000/kg, padahal harga daging tongkol hanya Rp20.000/kg. Namun kita tetap memilih daging sapi, karena terlanjur bergantung pada daging sapi," kata Mahyudin dalam rilis di Jakarta, Kamis (17/11).

Mahyudin mengingatkan selama ini untuk memenuhi kebutuhan terhadap daging sapi, negara terpaksa mengeluarkan devisa yang tidak sedikit, dan masyarakat juga terpaksa membayar dengan harga mahal agar bisa mengkonsumsi sapi.

Mestinya, kata Mahyudin, pemerintah lebih gencar mengkampanyekan makan ikan karena selain potensi ikan Indonesia sangat besar, harga daging ikan juga relatif murah dan terjangkau seluruh masyarakat.

"Sehingga masyarakat bisa membelinya, dan pemerintah tidak perlu mengeluarkan devisa untuk mendatangkan daging," ujarnya.

Wakil Ketua MPR juga berpendapat, potensi daging sapi di Indonesia tidak terlalu besar atau sangat jauh dibanding potensi yang dimiliki Indonesia di bidang perikanan.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan peningkatan konsumsi produk perikanan di berbagai daerah juga selaras dengan pengembangan sektor kelautan dan perikanan karena memperbesar permintaan domestik.

"Salah satu yang didorong tidak hanya ikan dalam tanda petik diekspor, tetapi juga industri tradisional yang menciptakan permintaan terhadap sektor perikanan di dalam negeri," kata Airlangga Hartarto dalam Rakernas Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Senin (7/11).

Untuk itu, ujar Airlangga Hartarto, pihaknya juga mendorong tingkat konsumsi ikan secara nasional.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto menginginkan sumber protein bagi warga dapat diperbanyak dengan meningkatkan tingkat konsumsi ikan masyarakat.

"Tantangan pembangunan lain adalah saat ini terdapat lebih dari 800 juta orang mengalami gizi buruk atau malnutrisi, yang memerlukan sumber protein yang murah namun bergizi tinggi. Dan, hal ini bisa kita temukan pada ikan," kata Slamet Soebjakto.

Dirjen Perikanan Budi Daya KKP mengingatkan hal yang wajar jika pemerintah dan pengusaha memberikan perhatian lebih pada pengembangan perikanan budi daya karena populasi penduduk global diperkirakan akan tumbuh sebanyak sembilan miliar orang hingga 2050, yang merupakan tantangan besar dalam pemenuhan sumber pangan dunia.[]

Sumber: Antara

Makanan

 

 

Baca Juga