Sabtu, 24 Oktober 2020

 

 

Nasional Hukum

Satgas Pangan Segel Pabrik Beras Di Bekasi

Andri Susanto
Jumat, 21 Juli 2017 10:45 WIB

<p>Satgas Pangan
Segel Pabrik Beras Di Bekasi 
<br></p>
Pabrik Beras Disegel Akibat Menyalhgunakan Wewenang dan (Foto: Karawang Today)

KARAWANG, Satgas Pangan Mabes Polri menyegel PT Indo Beras Unggul, salah satu pabrik beras di Jalan Raya Karawang-Bekasi, Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Penyegelan pabrik beras yang disebut-sebut sebagai anak perusahaan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. pada Kamis (20/7) malam dengan pengawalan puluhan polisi bersenjata lengkap.


Jenis usaha PT Indo Beras Unggul itu sendiri ialah "paddy to rice", yakni mengonversi padi dari petani yang berupa gabah kering panen (GKP). Selanjutnya, dikeringkan, lalu digiling menjadi beras dengan mesin yang modern.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman sempat datang ke lokasi untuk meninjau langsung penggerebekan pabrik beras tersebut.

"Dalam kasus itu, saya mengapresiasi langkah cepat dari satgas," kata Kapolri.

Dalam waktu 2 pekan, berdasarkan informasi dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan, satgas langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan terhadap distribusi beras di tingkat "middleman".

Penyegelan terhadap PT Indo Beras Unggul itu atas dugaan kasus yang merugikan konsumen.

Selain itu, ada indikasi permainan bisnis secara curang dengan membuat produk bernama "Maknyoos" dan "Ayam Jago" dengan menggunakan beras dari jenis varietas padi IR64 yang merupakan tanaman subsidi pemerintah atau menghasilkan beras medium. Selanjutnya, dijual dengan harga beras premium.

Bahkan, untuk meyakinkan konsumen, pihak perusahaan itu memalsukan kandungan produk beras pada kemasannya. Akan tetapi, setelah diperiksa, ternyata itu bukan beras premium, melainkan beras IR64.

"Misalnya, pada karbohidrat, ditulis dalam kemasannya seolah itu beras premium. Akan tetapi, setelah kami periksa hanya beras biasa. Modus ini untuk menaikkan harga jual. Harga aslinya Rp9.000,00 per kilogram,. Namun, dikemas dan diberi nama beras premium sehingga harganya menjadi Rp20 ribu/kg," katanya.

Akibat dugaan kasus tersebut, masyarakat, negara, dan pemerintah harus mengalami kerugian hingga ratusan triliun rupiah.[]


Sumber: Antara

Berita Lainnya

Barcelona vs Real Madrid: Misi Mustahil Los Blancos Bisa Perbaiki Reputasi

SOKSINEWS.COM, Duel klasik Barcelona dan Real Madrid jilid pertama di pekan lanjutan La Liga Spanyol bakal tersaji, di Stadion . . .

Nasional Sabtu, 24 Oktober 2020

Sapa Konstituen, Anggota DPR RI Bahas UU Omnibus Law

SOKSINEWS.COM, Anggota DPR RI Supriansa menemui konstituennya di beberapa Desa di Kabupaten Soppeng dalam kegiatan resesnya. Supriansa . . .

Nasional Sabtu, 24 Oktober 2020

DPR Dukung Rencana Batasi Akses Menuju Puncak saat Long Weekend

SOKSINEWS.COM, Wakil Ketua Komisi V DPR Ridwan Bae mengomentari rencana Pemprov Jabar menutup jalur menuju kawasan Puncak, Bogor, . . .

Nasional Sabtu, 24 Oktober 2020

Ingat! Ini 10 Waktu Mustajab untuk Memanjatkan Doa

SOKSINEWS.COM, Umat Islam diminta oleh agamanya untuk selalu berdoa kepada Allah SWT dalam keadaan apapun. Doa memiliki urgensi . . .

Nasional Sabtu, 24 Oktober 2020

WhatsApp Mulai Uji Coba Fitur "Join Missed Calls"

SOKSINEWS.COM, WhatsApp sedang menguji coba fitur "Join Missed Calls" atau gabung ke panggilan tak terjawab. Uji coba . . .

Nasional Sabtu, 24 Oktober 2020