Sabtu, 24 Oktober 2020

 

 

Nasional

Atasi Kelangkaan Garam, Luhut: BPPT Miliki Teknologi

Andri Susanto
Kamis, 03 Agustus 2017 15:08 WIB

<p>Atasi Kelangkaan
Garam, Luhut: BPPT Miliki Teknologi 
<br></p>
Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Sumbawanews)

JAKARTA, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memiliki teknologi untuk mengatasi masalah kelangkaan garam yang terjadi saat ini.


Luhut seusai acara penganugerahan gelar Perekayasa Utama Kehormatan di Gedung BPPT, Jakarta, Kamis, mengatakan teknologi itu akan dibahas dalam rapat bersama Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir.

"Ternyata BPPT itu sudah sangat bisa bikin garam. Selama ini belum. Akhirnya tadi saya lapor Wakil Presiden, saya besok rapat dengan ahli garam dari tempatnya Pak Menristek Dikti. Ternyata bisa, murah meriah, 'cost' (biaya) rendah. Tanpa melihat cuaca," katanya.

Luhut menuturkan jika teknologi itu layak, diharapkan bisa langsung diimplementasikan. Terlebih jika benar biayanya bisa lebih rendah dan tidak terpengaruh cuaca.

"Sehingga produksinya bisa kita angkat sehingga kita tak perlu impor lagi," katanya.

Ia merencanakan hasil teknologi BPPT untuk bisa menghasilkan garam itu bisa mulai dilakukan di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

"Setelah Kupang jadi, langsung kita bikin di Madura dan sebagainya," katanya.

Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan krisis garam nasional terutama untuk konsumsi dan industri menjadi perhatian pihaknya.

BPPT menyebut pembangunan lahan garam terintegrasi yang memudahkan petani panen dengan kadar garam tinggi (hanya 4-5 hari) bisa dilakukan dengan cara membangun reservoir air laut bertingkat dan mekanisasi metode panen.

"Perlu juga dilakukan pendirian industri garam multiproduk (multiproposed plant) selain garam bisa dihasilkan produk bittern untuk industri makanan, minuman, suplemen, maka akan turut menjawab masalah perekonomian," katanya.

Sebagai upaya meningkatkan produksi garam nasional, perlu dukungan infrastruktur di daerah curah hujan rendah, seperti NTT dan Sulawesi Selatan, yang bisa dijadikan sentra garam nasional.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan menugaskan PT Garam untuk mengimpor 75.000 ton garam konsumsi dari Australia untuk memenuhi kebutuhan garam sekaligus menstabilkan harganya.[]


Sumber: Antara


Berita Lainnya

Barcelona vs Real Madrid: Misi Mustahil Los Blancos Bisa Perbaiki Reputasi

SOKSINEWS.COM, Duel klasik Barcelona dan Real Madrid jilid pertama di pekan lanjutan La Liga Spanyol bakal tersaji, di Stadion . . .

Nasional Sabtu, 24 Oktober 2020

Sapa Konstituen, Anggota DPR RI Bahas UU Omnibus Law

SOKSINEWS.COM, Anggota DPR RI Supriansa menemui konstituennya di beberapa Desa di Kabupaten Soppeng dalam kegiatan resesnya. Supriansa . . .

Nasional Sabtu, 24 Oktober 2020

DPR Dukung Rencana Batasi Akses Menuju Puncak saat Long Weekend

SOKSINEWS.COM, Wakil Ketua Komisi V DPR Ridwan Bae mengomentari rencana Pemprov Jabar menutup jalur menuju kawasan Puncak, Bogor, . . .

Nasional Sabtu, 24 Oktober 2020

Ingat! Ini 10 Waktu Mustajab untuk Memanjatkan Doa

SOKSINEWS.COM, Umat Islam diminta oleh agamanya untuk selalu berdoa kepada Allah SWT dalam keadaan apapun. Doa memiliki urgensi . . .

Nasional Sabtu, 24 Oktober 2020

WhatsApp Mulai Uji Coba Fitur "Join Missed Calls"

SOKSINEWS.COM, WhatsApp sedang menguji coba fitur "Join Missed Calls" atau gabung ke panggilan tak terjawab. Uji coba . . .

Nasional Sabtu, 24 Oktober 2020