Senin, 19 Oktober 2020

 

 

Nasional Humaniora

Walhi: Dinas LH Jangan Biarkan Warga Bersihkan Tumpahan Minyak

Kaslan
Jumat, 02 Agustus 2019 13:21 WIB

Walhi: Dinas LH Jangan Biarkan Warga Bersihkan Tumpahan Minyak
Nelayan di pantai Marunda menyandarkan perahunya di Kampung Marunda Kepu, Jakarta Utara, Jumat (2/8/2019). (ANTARA/Katriana)

SOKSINEWS.COM, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyarankan kepada Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta agar tidak membiarkan warga membersihkan tumpahan minyak dari sumur YYA-1 area Pertamina Hulu Energi di Blok Offshore North West Java (ONWJ).

"Ini sebenarnya adalah limbah B3 (bahan beracun dan berbahaya), seharusnya ada inisiatif dari Dinas LH DKI agar minyak itu dibersihkan. Jangan biarkan masyarakat membersihkan sendiri," ujar pegiat lingkungan Walhi Dwi Sawung, di Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Dwi menilai, tumpahan minyak itu akan memberi dampak negatif bagi kesehatan warga di sekitar pesisir pantai utara Jakarta, akibat bau dan uap yang ditimbulkan dari reaksi minyak dan panasnya air laut.

"Beberapa orang akan jadi pusing, dan memang beracun juga. Makanya, untuk membersihkan minyak juga perlu memakai masker," ujar Dwi.

Ia menyarankan agar pembersihan tumpahan minyak dilakukan oleh petugas khusus dari Dinas LH, dengan standar operasional keselamatan yang memadai untuk menangani tumpahan minyak.

Sebelumnya, pekerja penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) dari Suku Dinas Lingkungan Hidup dan warga sekitar dari Kabupaten Kepulauan Seribu, membersihkan tumpahan minyak di pesisir pantai.

Tumpahan minyak mentah Pertamina di Kepulauan Seribu tersebut bukan berupa cairan, melainkan hanya gumpalan kecil berwarna hitam menyerupai aspal padat.

Selain PPSU, unsur masyarakat dari pulau yang terkena minyak mentah serta pihak PHE OSES (Pertamina Hulu Energi Offshore South East Sumatera) pun turut ikut membersihkan pesisir pantai.

Beberapa pulau yang terkena tumpahan minyak mentah Pertamina di Kepulauan Seribu antara lain Pulau Rambut, Pulau Untung Jawa, dan Pulau Ayer.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga meminta PT Pertamina (Persero) untuk memperbanyak oil boom, sejenis pelampung untuk mengurung tumpahan minyak di air agar tidak terjadi penyebaran.

Berita Lainnya

Ketua DPP: Golkar Lahir Sebagai Kekuatan untuk Melawan PKI

SOKSINEWS.COM, Ketua DPP Partai Golkar H.M. Iqbal Wibisono menegaskan bahwa Golongan Karya lahir sebagai salah satu kekuatan untuk . . .

Nasional Senin, 19 Oktober 2020

Menko Perekonomian Ajak Pengusaha Jerman Tingkatkan Investasi di Indonesia

SOKSINEWS.COM, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak pengusaha dari Jerman untuk meningkatkan investasi di Indonesia. . . .

Nasional Senin, 19 Oktober 2020

Ini Tips Agar Lipstick Tidak Menempel ke Masker

SOKSINEWS.COM, Penggunaan lipstick saat harus pakai masker dikeluhkan sebagain perempuan. Mereka merasa masker mengurangi ketebalan . . .

Nasional Senin, 19 Oktober 2020

Wamendag Jerry Sambuaga Minta Milenial Kembangkan Kreativitas Hadapi Pandemi

SOKSINEWS.COM, Kreativitas yang merupakan modal kaum milenial harus dimunculkan dan dikembangkan untuk turut berkontribusi bagi . . .

Nasional Senin, 19 Oktober 2020

Per Hari Ini, Pemerintah Sebut Realisasi Anggaran PEN Sudah Mencapai 49.5 Persen

SOKSINEWS.COM, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari dampak . . .

Nasional Senin, 19 Oktober 2020