Rabu, 21 Oktober 2020

 

 

Ekonomi Bisnis & Keuangan

Misbakhun Ajak Warganet Aktif Lawan Kampanye Negatif Sawit

Ahmad Fiqi Purba
Rabu, 18 September 2019 08:03 WIB

Misbakhun Ajak Warganet Aktif Lawan Kampanye Negatif Sawit
Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menjadi narasumber dalam seminar #SawitBaik di Graha Niaga Financial Club.

SOKSINEWS.COM, Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengajak para warganet Indonesia untuk terus aktif melawan kampanye negatif dari pihak tertentu dan asing terhadap kelapa sawit yang telah terbukti menjadi penyumbang devisa negara dari sektor non-migas.

"Media sosial telah menjadi media penyebaran berita negatif tentang sawit dan membuat citra buruk tentang Indonesia. Karena itu, harus ada upaya kampanye positif yang intensif tentang sawit, di media sosial," kata Mukhammad Misbakhun, melalui pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (17/9).

Menurut Misbakhun, Pemerintah dan para pihak terkait, penting untuk menjelaskan fakta-fakta baik mengenai komoditas dan industri sawit kepada masyarakat.

Politisi Partai Golkar yang menjadi salah satu pengusul Rancangan Undang-Undang (RUU) Perkelapasawitan ini menyatakan, menyambut baik langkah Kementerian Kominfo yang meluncurkan kampanye sawit baik untuk masyarakat.

"Sejatinya pertarungan kampanye sawit baik, melalui medsos harus terus dilakukan sehingga opini negatif bisa dilawan. Apalagi, Indonesia adalah salah satu kekuatan pengguna medsos di dunia," katanya.

Mantan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Keuangan itu menegaskan, kampanye negatif tentang sawit harus dilawan, karena ada pihak-pihak yang melakukan perang dagang terhadap sektor kelapa sawit di tanah air.

Menurut Misbakhun, salah satu bentuk kampanye negatif tentang sawit yang selama ini digaungkan adalah industri sawit telah menyebabkan deforestasi, kebakaran hutan, membunuh orang utan, dan merusak lahan gambut. "Kampanye negatif ini, berdampak turunnya harga tandan buah segar serta berdampak pada kehidupan petani," katanya.

Misbakhun menjelaskan, informasi negatif tentang sawit tidak hanya beredar di Indonesia, juga di mancanegara, sehingga memberikan dampak produk sawit Indonesia menghadapi resistensi di luar negeri.

Menurut dia, ada negara-negara yang ingin ekonomi Indonesia tidak kuat sehingga tetap berutang dan tergantung pada negara-negara tersebut. "Sawit adalah satu-satunya komoditas ekspor yang dikenai bea ekspor," katanya.

Misbakhun menambahkan, Indonesia saat ini merupakan negara penghasil sekaligus konsumen terbesar minyak sawit. 

Berita Lainnya

Sore Ini, Rupiah Ditutup Menguat Menjadi Rp14.700 per Dolar AS

SOKSINEWS.COM, Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan menjelang akhir bulan September masih . . .

Ekonomi Senin, 21 September 2020

Kabar Gembira, Perekonomian Indonesia Mulai Merangkak Naik

SOKSINEWS.COM, Sektor industri manufaktur di Indonesia menunjukkan geliat yang agresif di tengah tekanan dampak pandemi COVID-19. . . .

Ekonomi Rabu, 02 September 2020

Ternyata Ini Penyebab Pertamina Merugi Rp 11 Triliun

SOKSINEWS.COM, Terdapat tiga faktor penyebab Pertamina merugi hingga Rp11,13 triliun pada semester I-2020. Salah satunya karena . . .

Ekonomi Selasa, 01 September 2020

Gubernur BI Beberkan 3 Cara Majukan UMKM di Era Digital

SOKSINEWS.COM, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan tiga cara memajukan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai . . .

Ekonomi Jumat, 28 Agustus 2020

Kemenperin Dorong Pembangunan Pabrik Gula Terintegrasi Lahan Tebu

SOKSINEWS.COM, Kementerian Perindustrian terus mendorong pembangunan pabrik gula baru yang terintegrasi lahan tebu. Pabrik baru . . .

Ekonomi Kamis, 27 Agustus 2020