Selasa, 20 Oktober 2020

 

 

Nasional Daerah

Jambore Tagana Di Jatim Libatkan Masyarakat Kurangi Risiko Bencana

Abu
Kamis, 26 September 2019 05:47 WIB

Jambore Tagana Di Jatim Libatkan Masyarakat Kurangi Risiko Bencana
Acara Jambore Taruna Siaga Bencana (Tagana).

SOKSINEWS.COM, Jambore Taruna Siaga Bencana (Tagana) 2019 yang digelar di Jawa Timur turut melibatkan masyarakat melalui sejumlah kegiatan untuk mengurangi risiko bencana di wilayah setempat.

"Di antaranya mendirikan Kampung Siaga Bencana dan menyelenggarakan kegiatan Tagana Masuk Sekolah serentak di kota dan kabupaten se-Jatim," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai pembukaan Jambore Tagana di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Rabu malam, (25/09/19).

Tagana merupakan relawan kemanusiaan berbasis masyarakat di bawah koordinasi Kementerian Sosial yang berdiri sejak 2004 dan telah menjadi bagian penting dalam penanggulangan bencana di Indonesia. 

Jambore Tagana sekaligus kegiatan Bakti Sosial Tagana Nasional digelar mulai 25 hingga 28 September 2019, dilaksanakan di tiga titik di Kabupaten Pasuruan, yaitu di Graha Wilwatikta Kecamatan Pandaan, Danau Ranu Grati Kecamatan Grati, dan Lautan Pasir Taman Nasional Gunung Bromo.

Selama sepekan ini, Jatim kedatangan sekitar 350 personel Tagana dari 34 provinsi, perwakilan Pengurus Kampung Siaga Bencana (KSB) se-Jatim, relawan-relawan kemanusiaan, delegasi negara-negara ASEAN dan 1.600 personel Tagana Jatim.

Gubernur Khofifah menyampaikan rasa bangganya sekaligus berterima kasih karena Jatim dipercaya sebagai tuan rumah dan berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sukses serta lancar.

"Pada momentum Jambore kali ini saya mengajak semua pihak untuk turun tangan menjaga alam sekaligus tanggap bencana sehingga kita terhindar dari risiko bencana," ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, di 38 kabupaten dan kota terdapat 664 kecamatan dengan 2.742 desa yang masuk kategori rawan bencana.

Dari letak geografis, Jatim sangat rentan dengan bencana, baik bencana erupsi gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir, longsor maupun kekeringan.

"Penting bagi kita semua, khususnya warga Jatim untuk memahami dan melakukan mitigasi bencana, sehingga risiko-risiko yang timbul dari bencana dapat ditekan," kata gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.[]

Berita Lainnya

Antisipasi La Nina, BNPB Tekankan Pentingnya Mitigasi Non Struktural

SOKSINEWS.COM, Sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi terjadi peningkatan curah hujan akibat fenomena La Nina yang terjadi . . .

Nasional Selasa, 20 Oktober 2020

Anggota Komisi VII DPR Prioritaskan Pemasangan Jargas di 17 Daerah

SOKSINEWS.COM, Komisi VII DPR RI menghadiri dalam pembukaan sosialisasi tugas dan fungsi serta capaian kinerja Badan Pengatur . . .

Nasional Selasa, 20 Oktober 2020

Golkar Jabar Bantu Korban Banjir Bandang Wilayah Garut Selatan

SOKSINEWS.COM, DPD Partai Golkar Jawa Barat mengerahkan kader partai serta seluruh pengurus DPD Golkar Garut untuk melihat secara . . .

Nasional Selasa, 20 Oktober 2020

Lembaga Pengelola Investasi Bakal Beroperasi Januari 2021

SOKSINEWS.COM, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund . . .

Nasional Selasa, 20 Oktober 2020

Penyelenggara Pemilu Beberkan 12 Hal Baru di TPS Saat Nyoblos Nanti

SOKSINEWS.COM, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra mengungkapkan bakal ada 12 hal baru di TPS saat pencoblosan . . .

Nasional Selasa, 20 Oktober 2020