Selasa, 27 Oktober 2020

 

 

Nasional

Menristekdikti Tegaskan Tidak Jamin Perlindungan Mahasiswa Diluar Kampus

Ahmad Fiqi Purba
Senin, 30 September 2019 14:34 WIB

Menristekdikti Tegaskan Tidak Jamin Perlindungan Mahasiswa Diluar Kampus
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir (kiri) berbincang dengan Direktur PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V) Jatmiko K Santosa setelah membuka Kegiatan Ilmiah 2019 dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Sanur, Provinsi Bali, Senin (26/8). Pemerintah melalui Kemenristekdikti mendukung kemandirian listrik dan penerapan Green Energy oleh PTPN V melalui pendanaan projek inovasi PLTBiogas senilai Rp 18,5 miliar yg dikerjakan bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di unit PKS Sei Pagar yang akan menghasilkan gas metane sebagai co-firing dalam pembakaran di Boiler PKS, sehingga ada penghematan bahan bakar berupa cangkang sawit dengan nilai ekonomi sekitar Rp 4,2 miliar dan PLTBiogas Terantam yang akan menyalurkan listrik ke Pabrik PKO di Tandun yang mampu menghemat penggunaan listrik mencapai Rp5,4 miliar/tahun. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/ama.

SOKSINEWS.COM, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan tidak akan memberikan perlindungan kepada mahasiswa saat berada diluar kampus menyusul insiden-insiden yang terjadi dalam demonstrasi mahasiswa.

"Nanti akan coba bicara dengan polisi terkait adanya mahasiswa yang ditahan. Kalau terjadi, itu kan kewenangan polisi. Mahasiswa itu kan adanya di dalam kampus, kalau di luar kampus kami tidak melindungi," katanya di Jakarta, Senin.

Dia menambahkan bahwa untuk insiden yang terjadi di dalam kampus maka kementerian bisa memberikan pendampingan kepada mahasiswa, tetapi lain halnya kalau insiden terjadi di luar kampus karena dengan demikian mahasiswa dianggap sebagai masyarakat sipil.

Ketika disinggung mengenai tindakan represif aparat keamanan saat demo mahasiswa, Nasir mengatakan bahwa dia tidak punya kewenangan untuk bicara mengenai hal itu.

"Maka mahasiswa saya harapkan kalau mau demo, demo yang baik. Tapi saya tidak mengarahkan demo, kalau bisa jangan demo, lebih baik dialog karena kalau demo tidak bisa mengajak orang itu berdialog. Lebih baik dialog dengan pimpinan perguruan tinggi," katanya.

Sementara itu, berkenaan dengan meninggalnya dua mahasiswa dalam demonstrasi mahasiswa yang berlangsung ricuh di Kendari, Nasir mengatakan bahwa kementerian masih menyelidiki kasus tersebut.

"Kalau ada korban harus ada penyelidikan, kenapa terjadi kematian pada seseorang, mahasiswa atau masyarakat, penyebabnya apa, siapa yang salah. Kalau ada harus kita cari. Saya sudah komunikasi (dengan Polri) untuk menyelesaikan melalui jalur hukum," Nasir menjelaskan.

Berita Lainnya

Dirlantas Polda Metro Jaya Buka Layanan SIM Keliling di Lima Titik Ini

SOKSINEWS.COM, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memfasilitasi layanan keliling untuk masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan . . .

Nasional Selasa, 27 Oktober 2020

Presiden Jokowi Minta Jajarannya Jelaskan pada Masyarakat Soal Tahapan Imunisasi COVID-19

SOKSINEWS.COM, Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya untuk membuat dan menjelaskan tahapan imunisasi COVID-19 yang harus . . .

Nasional Selasa, 27 Oktober 2020

BMKG: Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Berpotensi Terjadi di Jakarta Selatan

?SOKSINEWS.COM, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini hujan disertai petir dan angin . . .

Nasional Selasa, 27 Oktober 2020

160.916 Personel Korlantas Polri Diterjunkan dalam Pengamanan Libur Panjang

SOKSINEWS.COM, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono melepas tim perwira pengamat wilayah (Pamatwil) . . .

Nasional Selasa, 27 Oktober 2020

Ketua MPR: Generasi Muda Harus Jadi Ujung Tombak Pembangunan Nasional

SOKSINEWS.COM, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengenang peran pemuda di masa perjuangan kemerdekaan bukan berarti kita tidak mau . . .

Nasional Selasa, 27 Oktober 2020