Selasa, 27 Oktober 2020

 

 

Humaniora

Kisah Yadi Sempat Minta Maaf Kepada Ibu Sebelum Tewas Saat Demo

Ahmad Fiqi Purba
Jumat, 04 Oktober 2019 09:27 WIB

Kisah Yadi Sempat Minta Maaf Kepada Ibu Sebelum Tewas Saat Demo
Pemakaman Maulana Suryadi, pedemo yang meninggal dunia usai berunjuk rasa berakhir ricuh di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2019). (ANTARA/HO/Dokumen pribadi)

SOKSINEWS.COM, Pedemo Maulana Suryadi alias Yadi (23) sempat meminta maaf kepada ibunya, Maspupah (50) sebelum meninggal dunia usai berunjuk rasa yang berakhir rusuh di sekitar Gedung DPR/MPR RI Jakarta Pusat, Rabu (25/9/19) lalu.

"Terus cium tangan, maafin Yadi ya bu, cium tangan lagi," kata Maspupah di Jakarta, Jumat (4/9/19).

Dengan nada pilu, Maspupah menuturkan Yadi juga sempat memijat badan dirinya seraya terus meminta maaf dan mencium tangan.

Selain itu, Maspupah mengisahkan temannya Yadi bernama Aldo yang bercerita ditangkap petugas kepolisian saat berunjuk rasa di sekitar Slipi, Jakarta Barat.

"Temannya baru keluar tuh si Aldo, di dalam penjara katanya. Tangkapnya berdua sama Yadi. Saya tanya sama Aldo bagaimana kejadiannya," ujar Maspupah.

Berdasarkan penjelasan Aldo, Maspupah menuturkan saat itu Aldo dan Yadi berdemo di Flyover Slipi ditangkap polisi dan dimasukkan ke dalam mobil.

Di dalam mobil terdapat beberapa orang, kemudian Aldo dan Yadi tidak sadarkan diri, setelah siuman Aldo sudah berada di dalam penjara sedangkan keberadaan Yadi tidak diketahui.

Selanjutnya, polisi menghubungi Maspupah menanyakan keberadaannya saat itu Maspupah sudah berada di rumah usai pulang kerja.

Pada Kamis (26/9) sekitar pukul 20.00 WIB, Maspupah kedatangan delapan orang yang menumpang dua mobil dan diperlihatkan jasad Yadi.

"Polisi ngajak makan dulu. Nggak ah makasih udah kenyang. Polisi bilang Maulana udah gak ada, sabar ya. Saya kaget, nangis. Orang dia masih keadaan sehat," ujar Maspupah.

Maspupah juga sempat ke Rumah Sakit Polri Kramatjati Jakarta Timur untuk mengurus jasad Yadi dengan disodorkan surat pernyataan mengenai penyebab kematian Yadi.

Menurut Maspupah, surat pernyataan itu berisi Yadi meninggal dunia akibat terkena gas air mata dan penyakit asma.

"Abis itu saya dipanggil sama polisi ke kamar, ngasih amplop buat ngurus biaya jenazah Yadi, Rp10 juta. Saya gak banyak omong, takut," Maspupah menceritakan.

Maspupah juga melihat jasad Yadi yang mengeluarkan darah dari telinga bahkan sempat menanyakan hal itu, namun jawaban dari petugas disebabkan karena penyakit asma.

Saat dimakamkan pun menurut Maspupah, tidak ada petugas kepolisian yang hadir dan jasad mengeluarkan darah.

Wanita berusia 50 tahun itu mengungkapkan teman Yadi bernama Aldo sempat mendekam di penjara selama tiga hari dan membantah ikut demo.

"Dia cerita bukan demo, cuma lihat," tutur Maspupah.

Ibu korban menyatakan tidak terima jika Yadi dipukuli hingga meninggal dunia karena dituduh ikut demo yang berujung ricuh.

"Dunia akhirat saya tidak terima. Tapi kalau anak saya meninggal karena dari Allah, saya ikhlas," ujar Maspupah.

Wanita yang bekerja menjaga lahan parkir itu mengakui putranya mengidap asma karena turunan dari sang ayah, bahkan terkadang Yadi merasakan sesak nafas saat kambuh.

Maspupah mengatakan suaminya sudah meninggal dunia sehingga Yadi menjadi tulang punggung untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan seorang pedemo tewas saat demonstrasi yang berujung rusuh di sekitar Gedung DPR/MPR RI pada pada Rabu (25/9).

Tito menegaskan pedemo yang tewas itu bukan dari kalangan pelajar dan mahasiswa namun kelompok perusuh.

Kapolri juga membantah penyebab kematian korban bukan karena tindakan represif dari aparat yang menangani aksi massa rusuh.[]

Sumber: Antara

Berita Lainnya

Rabu Ini, Diprediksi Jadi Puncak Kemacetan di Jakarta Akibat Libur Panjang

SOKSINEWS.COM, PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi puncak arus mudik libur panjang cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW 1.412 . . .

Humaniora Senin, 26 Oktober 2020

Menko Perekonomian: UU Ciptaker Atur Sertifikasi Halal Pelaku UMKM Gratis

SOKSINEWS.COM, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, sertifikasi halal bagi pelaku UMKM yang . . .

Humaniora Minggu, 25 Oktober 2020

Golkar Kota Tangerang Rayakan Ulang Tahun dengan Kampanye Gerakan 3M

SOKSINEWS.COM, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Tangerang memanfaatkan momentum perayaan HUT ke-56 Partai Golkar . . .

Humaniora Jumat, 23 Oktober 2020

Agun Gunandjar Hadiri Acara Sunatan Massal di Ciamis

SOKSINEWS.COM, Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa menghadiri sunatan massal di Ciamis, Rabu (21/10/2020). . . .

Humaniora Kamis, 22 Oktober 2020

Gelar Rapim, Wira Karya Jabar Diharapkan Mampu Cetak Kader Militan dan Berkualitas

SOKSINEWS.COM, Wira Karya Indonesia Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) di Gedung DPD Golkar Jawa Barat, Jalan . . .

Humaniora Kamis, 22 Oktober 2020