Sabtu, 24 Oktober 2020

 

 

Nasional

DPD Minta Menko Polhukam Bebaskan Mahasiswa Papua Yang Ditahan

Abubakar
Senin, 25 November 2019 15:19 WIB

DPD Minta Menko Polhukam Bebaskan Mahasiswa Papua Yang Ditahan
Ketua Pansus Papua, Filep Wamafma

SOKSINEWS.COM, Panitia Khusus (Pansus) Papua DPD RI meminta Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membebaskan mahasiswa Papua yang ditahan pascakejadian rasisme di Surabaya.

Hal itu disampaikan Pansus Papua DPD RI dalam pertemuannya dengan Menko Polhukam Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin, (25/11/19).

Ketua Pansus Papua, Filep Wamafma, mengatakan, pihaknya meminta kepada Mahfud untuk membebaskan para mahasiswa Papua yang ditahan.

Menurut Filep, para mahasiswa seharusnya dibina dan tak perlu ditahan.

"Tadi kami sampaikan ke Pak Menko Polhukam untuk sesegara mungkin mengambil langkah cepat untuk membebaskan seluruh mahasiswa Papua, karena sesungguhnya mahasiswa Papua yang perlu dibina dan diselamatkan dari pada pikiran politik," ujar Filep.

Menurut dia, ada sejumlah mahasiswa Papua yang masih ditahan. Mahasiswa Papua yang ditahan tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.

"Untuk sementara enam orang di Jakarta, sementara di daerah lain itu ada di Papua, Papua Barat, di Mako Brimob, dan yang dipindahkan dari Papua ke Kalimantan sekitar 13 orang. Di Manokwari, di Jayapura, bahkan masih ada yang DPO," jelasnya.

Ia menyebut, Mahfud akan menindaklanjuti permintaan pansus dan akan berkoordinasi dengan kepolisian dan pihak terkait.

"Beliau (Mahfud) akan ambil respon secepatnya, bila perlu sebelum 1 Desember dapat dibebaskan," kata Filep yang didampingi oleh anggota DPD lainnya Nono Sampono dan Yorrys Raweyai.

Filep juga meminta pemerintah untuk membuka ruang dialog dengan kelompok separatis di Papua.

"Tadi kami sampaikan kepada Pak Menko Polhukam untuk pendekatan dialog. Pemerintah harus membuka diri dan DPD menyarankan membuka diri untuk berdialog dengan kelompok-kelompok yang berseberangan sekalipun itu dalam rangka untuk membangun satu komunikasi yang lebih jauh ke depan dan Pak Menko sangat sepakat dengan kita," tuturnya.

Meski menyarankan untuk membuka dialog dengan kelompok separatis, Filep belum menjelaskan secara rinci dialog seperti apa. Namun dia mengatakan Pansus akan menyentuh subtansi pendekatan ke kelompok separatis di Papua.

"Saya pikir mekanismenya akan diatur seperti apa dialognya tapi yang jelas bahwa Pansus akan menyentuh substansi itu untuk lebih dekat kepada kelompok-kelompok yang beda pandangan dengan NKRI. Kita akan penuhi diskusi," ujarnya.[]

Berita Lainnya

Wapres: Perlu Langkah Strategis untuk Jadikan Indonesia Produsen Produk Halal Dunia

SOKSINEWS.COM, Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin menyebut perlunya langkah-langkah strategis yang kolaboratif dari seluruh pihak . . .

Nasional Sabtu, 24 Oktober 2020

Di Hadapan Kader HMI Malang, Ketua MPR Minta Pemuda Aktif dalam Penanganan COVID-19

SOKSINEWS.COM, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo menilai pembelajaran jarak jauh (daring) di tengah pandemi COVID-19 masih menyisakan . . .

Nasional Sabtu, 24 Oktober 2020

BMKG: Jakarta Akan Diguyur Hujan pada Siang Hingga Malam Hari

SOKSINEWS.COM, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui situs resminya memprakirakan semua wilayah DKI Jakarta . . .

Nasional Sabtu, 24 Oktober 2020

Tujuh Lokasi Rawan Banjir Ini Akan Jadi Fokus Pemkot Jakbar

SOKSINEWS.COM, Musim hujan tiba. Banjir mengancam sejumlah wilayah ibu kota. Untuk itu, Pemerintah Kota Jakarta Barat fokus menangani . . .

Nasional Sabtu, 24 Oktober 2020

Vaksin COVID-19 dari Oxford University Terbukti Bangkitkan Kekebalan Tubuh

SOKSINEWS.COM, Vaksin virus corona yang sedang dikembangkan di Universitas Oxford telah terbukti menghasilkan respons kekebalan . . .

Nasional Sabtu, 24 Oktober 2020