Jumat, 23 Oktober 2020

 

 

Nasional

Bawaslu Fokus Pengawasan Netralitas Jelang Pilkada Bantul

Abubakar
Kamis, 20 Februari 2020 10:27 WIB

Bawaslu Fokus Pengawasan Netralitas Jelang Pilkada Bantul
Ketua Bawaslu Bantul Harlina di Bantul

SOKSINEWS.COM, Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta akan fokus melakukan pengawasan terhadap netralitas aparatur sipil negara di lingkungan pemerintah setempat disamping pengawasan tahapan lainnya dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bantul 2020.

Ketua Bawaslu Bantul Harlina di Bantul, mengatakan, bahwa apabila ada ASN yang datang ke partai politik atau mendaftarkan diri ataupun mungkin menyampaikan visi misinya sebagaimana nanti yang akan dijaring atau dicalonkan partai politik pada Pilkada, itu menjadi domain Bawaslu untuk mengawasinya.  Kamis, (20/02/2020).

"Itu sudah domain Bawaslu, karena subyek pengawasan dalam hal ini ASN juga menjadi fokus pengawas pemilihan sebab ASN itu tidak boleh diintervensi oleh partai politik," katanya.

Harlina mengatakan, hal itu tertuang dalam pasal 9 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN yang secara jelas mengatur ASN tidak boleh diintervensi oleh parpol, sehingga di saat ada ASN yang mendekat atau didekati parpol, maka ada dua subjek yang sama-sama melakukan dugaan pelanggaran netralitas ASN.

"Bawaslu pernah mendapatkan suatu informasi dari berita kalau Bawaslu tidak melakukan pengawasan ASN yang menyampaikan visi misi. Itu karena kita tidak tahu, kalau kita tahu pasti akan dilakukan pengawasan," katanya.

Namun demikian, kata dia, saat itu Bawaslu Bantul sudah melakukan tindak lanjut dengan pencegahan dalam hal ini memberikan surat imbauan kepada ASN yang masih aktif dan diduga sudah melakukan pendekatan kepada partai atau mungkin sudah ada deal-deal politik dengan partai.

"Kita memberikan surat imbauan dan diserahkan di kantor beliau (ASN). Meskipun tidak ada jawaban resmi, tapi saat ini reaksinya kita sudah tidak pernah dengar bahwa beliau masih dekat dengan partai lagi," katanya.

Harlina juga mengatakan, dalam melakukan pengawasan, Bawaslu juga menyesuaikan dengan kewenangan dan sejauh mana lembaganya bisa melakukan proses penanganan pelanggaran, karena ada juga pengawasan yang tidak dapat dilakukan Bawaslu karena bukan ranahnya.

"Namun kalau khusus netralitas ASN, karena sudah ada edaran maka meskipun syarat formil materiil belum terpenuhi sebagai pelanggaran, kita bisa melakukan proses tindak lanjut dengan meneruskan apa yang jadi dugaan pelanggaran itu kepada KASN (Komisi ASN), ini khusus untuk yang ASN," katanya.[]

ASN

Berita Lainnya

Menko Luhut Bahas Lembaga Pengelola Investasi dengan Lembaga Investasi AS

SOKSINEWS.COM, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menerima Chief Executive Officer (CEO) . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020

Nurdin Halid: Mari Kita Tegakkan Demokrasi Tanpa Mencederai

SOKSINEWS.COM, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Nurdin Halid menyayangkan aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja di depan . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020

Setelah Lumat Celtic, AC Milan Bidik Roma Jadi Korban Berikutnya

SOKSINEWS.COM, AC Milan melanjutkan trend tak terkalahkan saat membungkam Celtic FC dengan skor 1-3. Usai mengandaskan The Hoops, . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020

Komisi I: Meski Banyak Digitalisasi Media, Televisi Tetap Jadi Pilihan Masyarakat di Era Pandemi

SOKSINEWS.COM, Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid menyebut televisi menjadi media pilihan masyarakat di era pandemi . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020

Hari Ini, Bareskrim Polri Gelar Perkara Penetapan Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung

SOKSINEWS.COM, Tim gabungan penyidik Bareskrim hari ini, Jumat (23/10/2020) akan mengumumkan hasil gelar perkara untuk . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020