Sabtu, 24 Oktober 2020

 

 

Nasional

OJK Akan Kaji Ulang Penjualan Produk Investasi Di Bank

Abubakar
Rabu, 26 Februari 2020 16:05 WIB

OJK Akan Kaji Ulang Penjualan Produk Investasi Di Bank
kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam CNBC Economic Outlook 2020 di Jakarta

SOKSINEWS.COM, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengkaji ulang penjualan produk investasi melalui bank di antaranya produk kerja sama perusahaan asuransi dengan perbankan atau bancassurance menyusul kasus Jiwasraya.

"Ini harus diluruskan ke depan mana saja instrumen yang bisa dijual melalui bank. Kalau itu proteksi bolehlah, kalau investasi nanti dulu akan kami lihat instrumen investasi apa yang boleh dijual di bank," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam CNBC Economic Outlook 2020 di Jakarta, Rabu.(26/02/2020).

Menurut dia, tidak ada produk reksa dana yang memberikan jaminan imbal hasil karena selain dari harga, instrumennya termasuk saham itu juga kerap mengalami gejolak atau volatile.

OJK tidak menghapus produk tersebut namun meminta agar skema diubah menjadi non guaranteed return.

"Bukan dibubarkan, dia yang skema produk itu tolong dikembalikan dulu, abis itu jadi kontrak baru menjadi non guarantee return," katanya kepada wartawan.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menyebut potensi kerugian negara dari kasus gagal bayar Jiwasraya mencapai Rp13,7 triliun.

Potensi kerugian itu timbul karena adanya tindakan melanggar prinsip tata kelola perusahaan menyangkut pengelolaan dana yang dihimpun melalui program asuransi saving plan.

Produk tersebut menawarkan bunga yang tinggi hingga 13 persen.

Adapun penempatan Investasi asuransi BUMN itu di antaranya saham sebanyak 22,4 persen senilai Rp5,7 triliun dari aset finansial.

Dari jumlah itu, sebesar 5 persen dana ditempatkan pada saham perusahaan dengan kinerja baik dan 95 persen ditempatkan di saham yang berkinerja buruk.

Selain itu, korporasi juga berinvestasi di reksadana sebanyak 59,1 persen persen senilai Rp14,9 triliun.

Dari jumlah itu, sebanyak 98 persen dikelola manajer investasi berkinerja buruk.[]

Berita Lainnya

Puluhan Rumah di Bekasi Berhamburan Diterjang Angin Puting Beliung

SOKSINEWS.COM, Puluhan rumah yang berada di dua desa dan satu kelurahan, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, mengalami kerusakan . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020

Kebakaran Gedung Kejagung Akibat Puntung Rokok, 8 Orang Jadi Tersangka

SOKSINEWS.COM, Bareskrim Polri menetapkan delappan orang menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana kebakaran gedung utama Kejaksaan . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020

23 Oktober, Pasien Sembuh COVID-19 Tambah 4.094

SOKSINEWS.COM, Satgas Penanganan COVID-19 menyebutkan hingga 23 Oktober 2020, pasien sembuh dari penyakit COVID-19 tercatat bertambah . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020

Kemenhub Awasi Ketat Transportasi Saat Libur Cuti Bersama Akhir Oktober

SOKSINEWS.COM, Untuk mencegah peningkatan kasus COVID-19, Kementerian Perhubungan memastikan akan mengawasi ketat transportasi . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020

Tumbuhkan Semangat Karya Kekaryaan untuk Menjawab Tantangan Zaman

SOKSINEWS.COM, Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar, Meutya Hafid mengatakan, Golkar lahir dengan semangat . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020