Kamis, 01 Oktober 2020

 

 

Internasional

Dilanda Lockdown Corona, Dunia Catat Rekor Terendah Emisi CO2

Fegy Eras
Jumat, 01 Mei 2020 07:32 WIB

Dilanda Lockdown Corona, Dunia Catat Rekor Terendah Emisi CO2
Ilustrasi Covid-19/TEXAS.GOV

SOKSINEWS.COM, Upaya peredaman pandemi Covid-19 akan menyebabkan emisi energi global turun delapan persen tahun ini, karena turunnya permintaan batubara, minyak dan gas yang belum pernah terjadi sebelumnya, kata Badan Energi Internasional IEA hari Kamis (30/4) di Paris.

Dalam laporan tahunan Global Energy Review, IEA menganalisis permintaan listrik selama lebih dari 100 hari, selama sebagian besar dunia terkunci dalam upaya mengendalikan pandemi corona.

Dilansir Tribunnews.com, IEA memperkirakan, permintaan energi global akan turun enam persen pada tahun 2020, yang berarti penurunan tujuh kali lipat dibanding pada masa krisis keuangan 2008. Inilah penurunan terbesar yang pernah dicatat sejak Perang Dunia II.

IEA mengatakan, turunnya permintaan energi karena corona sebanding dengan seandainya seluruh permintaan energi dari India hilang. India adalah konsumen listrik terbesar ketiga dunia.

"Kejutan bersejarah"

Permintaan energi di negara-negara maju diperkirakan akan mengalami penurunan terbesar, dengan Amerika Serikat turun sekitar sembilan persen dan Uni Eropa sekitar 11 persen.

"Ini adalah kejutan bersejarah bagi seluruh kalangan energi," kata direktur eksekutif IEA Fatih Birol. "Turunnya permintaan untuk hampir semua bahan bakar utama sangat mengejutkan, terutama untuk batubara, minyak dan gas."

Dengan turunnya konsumsi energi fosil, IEA mengatakan telah terjadi "pergeseran besar" ke sumber daya rendah karbon, seperti angin dan matahari, yang akan meningkatkan pangsa energi terbarukan itu menjadi 40 persen, enam poin lebih tinggi daripada pangsa energi batubara.

Titik balik perlindungan iklim?

Permintaan terhadap energi batubara dan gas alam akan semakin rendah, dan output energi terbarukan semakin tinggi," kata laporan tahunan IEA yang terbaru. Secara keseluruhan, emisi karbon terkait energi akan turun hampir delapan persen, mencapai tingkat terendah sejak 2010. Sampai Covid-19 melanda, emisi sebelumnya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Richard Black, Direktur Energy and Climate Intelligence Unit yang berbasis di Inggris mengatakan, bagaimana ekonomi global pulih dalam jangka panjang dari pandemi akan menjadi kunci bagi (perkembangan) iklim.

"Dalam beberapa minggu terakhir telah ada komitmen kuat dari para pemimpin nasional dan imbauan dari bisnis untuk merancang paket stimulus pasca-corona yang mempercepat transisi energi bersih," kata Richard Black.

"Jika janji ini berhasil (diwujudkan) ... maka krisis dapat dilihat sebagai titik balik yang sesungguhnya bagi pasar energi dunia," ujarnya.[]

Berita Lainnya

Sebanyak 105 Kasus Baru COVID-19 di China, Termasuk 96 Di Xinjiang

SOKSINEWS.COM, China melaporkan 105 kasus baru COVID-19 pada Rabu (29/7), yang naik dari 101 kasus sehari sebelumnya, menurut . . .

Internasional Kamis, 30 Juli 2020

Pemain musik meriahkan suasana Ramadhan di Yerusalem

SOKSINEWS.COM, Pemain musik memeriahkan suasana Ramadhan di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, dengan menyanyikan lagu-lagu bertema . . .

Internasional Senin, 04 Mei 2020

WHO Ingin Berpartisipasi dalam Penyelidikan Virus Corona yang Dilakukan China

SOKSINEWS.COM, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Jumat (1/5/2020) bahwa pihak mereka berharap China mengundang mereka . . .

Internasional Sabtu, 02 Mei 2020

Dilanda Lockdown Corona, Dunia Catat Rekor Terendah Emisi CO2

SOKSINEWS.COM, Upaya peredaman pandemi Covid-19 akan menyebabkan emisi energi global turun delapan persen tahun ini, karena turunnya . . .

Internasional Jumat, 01 Mei 2020

Vetnam Sebut Wabah Corona Bisa Berdampak Pada Produk Anyar Samsung

SOKSINEWS.COM, Sektor manufaktur Vietnam terkena imbas dari wabah virus corona, COVID-19, khususnya berupa gangguan rantai pasokan . . .

Internasional Jumat, 21 Februari 2020