Kamis, 01 Oktober 2020

 

 

Internasional

WHO Ingin Berpartisipasi dalam Penyelidikan Virus Corona yang Dilakukan China

Fegy Eras
Sabtu, 02 Mei 2020 00:06 WIB

WHO Ingin Berpartisipasi dalam Penyelidikan Virus Corona yang Dilakukan China
Ilustrasi Covid-19/TEXAS.GOV

SOKSINEWS.COM, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Jumat (1/5/2020) bahwa pihak mereka berharap China mengundang mereka berperan dalam penyelidikan terhadap asal-usul hewan apa yang menyebabkan kemunculan virus corona. 

Juru bicara WHO, Tarik Jasarevic mengatakan kepada media Perancis AFP lewat e-mail, 
"WHO akan tertarik untuk bekerja dengan mitra internasional dan atas undangan pemerintah China untuk berpartisipasi dalam investigasi seputar asal-usul hewan (penyebab corona)." 

Dia mengatakan badan kesehatan PBB memahami bahwa ada sejumlah penyelidikan yang dilakukan China untuk lebih mengerti sumber wabah. 

Namun, WHO menambahkan saat ini mereka tidak terlibat dalam studi China tersebut.

Para ilmuwan meyakini virus pembunuh itu berpindah dari hewan ke manusia dan muncul pertama kali di China akhir tahun lalu. 

Kemungkinan pertama kali munculnya di sebuah pasar yang menjual hewan eksotik untuk dikonsumsi di kota Wuhan, Provinsi Hubei China

Akan tetapi, presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memicu spekulasi dan rumor yang ditolak secara umum oleh para ahli. 

Bahwa, virus itu mungkin muncul di laboratorium China yang sangat rahasia. 

Dilansir dari Kompas.com, WHO juga menghadapi kritik pedas dari presiden Trump yang awal bulan ini menangguhkan pendanaan kepada badan internasional itu.

Trump menuduh WHO telah meremehkan keseriusan wabah dan bertekuk lutut di hadapan China

Kepala badan kesehatan PBB, Tedros Adhanom Ghebreyesus sebelumnya memang melakukan perjalanan dengan sebuah tim ke China pada akhir Januari dan bertemu dengan presiden China, Xi Jinping untuk menindak lanjuti respons China tentang wabah. 

Namun, penyelidikan yang dilakukan telah dilakukan di China, WHO belum dilibatkan. 

"Studi penyelidikan yang tengah berlangsung itu melihat kasus manusia dengan gejala saat wabah berlangsung di Wuhan akhir 2019. 

Sampel lingkungan dari pasar dan peternakan di area di mana kasus pertama terjadi dan rekaman detil dari sumber dan tipe spesies hewan liar serta hewan ternak yang dijual di pasar itu," ungkap Jasarevic. 

Dia menegaskan bahwa hasil dari kajian asal virus "penting untuk mencegah masuknya penyakit zoonosis lebih lanjut yang menyebabkan Covid-19 ke populasi manusia." 

Dia juga mengatakan kalau WHO terus berkolaborasi dengan pakar kesehatan manusia dan hewan, beberapa negara dan mitra lainnya untuk mengidentifikasi kesenjangan dan priorittas penelitian untuk pengendalian Covid-19.  

Termasuk, identifikasi sumber virus di China.[]

Berita Lainnya

Sebanyak 105 Kasus Baru COVID-19 di China, Termasuk 96 Di Xinjiang

SOKSINEWS.COM, China melaporkan 105 kasus baru COVID-19 pada Rabu (29/7), yang naik dari 101 kasus sehari sebelumnya, menurut . . .

Internasional Kamis, 30 Juli 2020

Pemain musik meriahkan suasana Ramadhan di Yerusalem

SOKSINEWS.COM, Pemain musik memeriahkan suasana Ramadhan di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, dengan menyanyikan lagu-lagu bertema . . .

Internasional Senin, 04 Mei 2020

WHO Ingin Berpartisipasi dalam Penyelidikan Virus Corona yang Dilakukan China

SOKSINEWS.COM, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Jumat (1/5/2020) bahwa pihak mereka berharap China mengundang mereka . . .

Internasional Sabtu, 02 Mei 2020

Dilanda Lockdown Corona, Dunia Catat Rekor Terendah Emisi CO2

SOKSINEWS.COM, Upaya peredaman pandemi Covid-19 akan menyebabkan emisi energi global turun delapan persen tahun ini, karena turunnya . . .

Internasional Jumat, 01 Mei 2020

Vetnam Sebut Wabah Corona Bisa Berdampak Pada Produk Anyar Samsung

SOKSINEWS.COM, Sektor manufaktur Vietnam terkena imbas dari wabah virus corona, COVID-19, khususnya berupa gangguan rantai pasokan . . .

Internasional Jumat, 21 Februari 2020