Sabtu, 24 Oktober 2020

 

 

Nasional

Menlu paparkan rincian perkara 46 ABK WNI di kapal berbendera China

Fegy Eras
Kamis, 07 Mei 2020 19:31 WIB

Menlu paparkan rincian perkara 46 ABK WNI di kapal berbendera China
Retno Marsudi (Foto Antara)

SOKSINEWS.COM, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memaparkan kronologi rinci perkara anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di kapal berbendera China, setelah muncul sorotan terkait perlakuan yang dianggap tidak patut terhadap mereka.

Melalui pernyataan pers secara daring pada Kamis sore, Retno menjelaskan mengenai perlindungan terhadap 46 ABK yang tengah diupayakan pemerintah saat ini serta kasus tiga ABK meninggal dunia yang jasadnya dilarung ke laut.

Jumlah 46 ABK tersebar di empat kapal ikan perusahaan China, yakni 15 orang di kapal Long Xing 629, delapan orang di kapal Long Xing 605, tiga orang di kapal Tian Yu 8, dan 20 orang di kapal Long Xing 606.

"Sejak 14-16 April 2020, KBRI Seoul menerima informasi adanya kapal Long Xing 605 dan Tian Yu 8 berbendera Tiongkok yang akan berlabuh di Busan membawa ABK WNI, serta informasi adanya WNI yang meninggal dunia di kapal tersebut," kata Retno.

Kapal Long Xing 605 dan Tian Yu 8 adalah dua kapal yang membawa seluruh 46 ABK Indonesia melalui perairan Korea Selatan, dan sempat berlabuh di Busan. Kedua kapal itu saat ini sudah berlayar ke China.

Kedua kapal tersebut sempat tertahan karena 35 ABK Indonesia yang dialihkan dari Long Xing 629 dan Long Xing 606 tidak terdaftar sebagai ABK di kedua kapal yang berlabuh di Busan, sehingga mereka dianggap sebagai penumpang oleh otoritas pelabuhan.

Sebagian besar dari 46 ABK tersebut telah pulang ke tanah air, yakni total 11 orang ABK Long Xing 605 dan Tianyu 8 sudah kembali sejak 24 April, serta 18 orang ABK Long Xing 606 sudah kembali pada 3 Mei.

Sementara dua sisa ABK Long Xing 606 masih berada di perairan Korea untuk menyelesaikan proses keimigrasian sebelum dipulangkan kemudian, serta 15 ABK Long Xing 629 akan dipulangkan pada 8 Mei setelah sempat dikarantina di hotel selama 14 hari.

Dari 15 ABK Long Xing 629 yang akan kembali ke tanah air esok hari, satu orang telah meninggal dunia pada 27 April, usai dirawat sehari sebelumnya. Keterangan Busan Medical Center menunjukkan bahwa ia menderita pneumonia.

Di samping perkara 46 ABK tersebut, terdapat kasus tiga ABK meninggal dunia ketika masih di atas kapal yang kemudian jenazahnya dilarung di laut lepas, atau diperlakukan dengan cara burial at sea.

Perusahaan pengelola kapal menyebut pelarungan itu sudah sesuai dengan standar dan prosedur yang berlaku secara ketenagakerjaan internasional, dan mendapat persetujuan dari pihak keluarga mereka.

Bagaimanapun, saat ini Kemlu RI tengah bekerja untuk memastikan kondisi di kapal terkait pemenuhan hak-hak para pekerja, serta penyelidikan lebih lanjut atas pernyataan pengelola kapal soal pelarungan jenazah.[]

Berita Lainnya

Wapres: Perlu Langkah Strategis untuk Jadikan Indonesia Produsen Produk Halal Dunia

SOKSINEWS.COM, Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin menyebut perlunya langkah-langkah strategis yang kolaboratif dari seluruh pihak . . .

Nasional Sabtu, 24 Oktober 2020

Di Hadapan Kader HMI Malang, Ketua MPR Minta Pemuda Aktif dalam Penanganan COVID-19

SOKSINEWS.COM, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo menilai pembelajaran jarak jauh (daring) di tengah pandemi COVID-19 masih menyisakan . . .

Nasional Sabtu, 24 Oktober 2020

BMKG: Jakarta Akan Diguyur Hujan pada Siang Hingga Malam Hari

SOKSINEWS.COM, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui situs resminya memprakirakan semua wilayah DKI Jakarta . . .

Nasional Sabtu, 24 Oktober 2020

Tujuh Lokasi Rawan Banjir Ini Akan Jadi Fokus Pemkot Jakbar

SOKSINEWS.COM, Musim hujan tiba. Banjir mengancam sejumlah wilayah ibu kota. Untuk itu, Pemerintah Kota Jakarta Barat fokus menangani . . .

Nasional Sabtu, 24 Oktober 2020

Vaksin COVID-19 dari Oxford University Terbukti Bangkitkan Kekebalan Tubuh

SOKSINEWS.COM, Vaksin virus corona yang sedang dikembangkan di Universitas Oxford telah terbukti menghasilkan respons kekebalan . . .

Nasional Sabtu, 24 Oktober 2020