Selasa, 27 Oktober 2020

 

 

Nasional

Wamendag Jerry Sambuaga Sebut Potensi Ekspor Pangan Indonesia Melimpah

Yusuf Asyari
Sabtu, 29 Agustus 2020 20:42 WIB

Wamendag Jerry Sambuaga Sebut Potensi Ekspor Pangan Indonesia Melimpah
Wamendag Jerry Sambuaga. (istimewa)

SOKSINEWS.COM, Potensi ekspor pangan Indonesia sangat melimpah ruah. Jenis pangan Indonesia juga sangat beragam. Mulai dari padi-padian, ikan, kacang-kacangan, hingga sagu-saguan.

Pernyataan ini disampaikan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga saat memberikan sambutan pada Webinar Inovasi Pangan Nasional yang diadakan oleh Accelerice Indonesia.

Webinar itu juga menghadirkan pembicara pakar kuliner William Wongso, Bapak Teknologi Pangan Indonesia Prof. F.G. Winarno, Ambassador of Scholars Indonesia bagian Food Technology Ravindra Airlangga, dan Direktur Utama SMESCO Indonesia Leonard Theosabrata.

“Sangat banyak sekali jenis bahan pangan yang kita hasilkan. Semuanya bisa saja diekspor. Jadi, bukan hanya terbatas pada mi instan, kakao, atau kopi, tetapi semua produk pangan bisa saja diekspor,” kata Jerry, Kamis (27/8/2020).

Kuncinya, menurut dia, adalah inovasi dalam semua aspek baik pengolahan, pemasaran, kemasan, dan sebagainya. Dalam pengolahan, sebuah produk harus mengikuti standar-standar yang diterapkan oleh negara sasaran ekspor.

Sebuah negara bisa saja menetapkan standar kesehatan, ekologis, dan sebagainya yang harus dipenuhi oleh para eksportir dari negara lain. Selain itu, pendekatan-pendekatan dalam pemasaran harus dilakukan secara komprehensif mulai dari pameran, penjajakan kesepakatan dagang (business matching), iklan, dan seterusnya.

Dalam pengemasan, produsen juga harus bisa memenuhi standar dan ekspektasi konsumen agar menarik serta meningkatkan nilai tambah.

Jerry mengatakan, Kementerian Perdagangan memberikan fasilitasi bagi inovasi-inovasi dalam pengembangan produk ekspor.

“Sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian Perdagangan, dalam hal ekspor kita ini ada di hilir. Untuk produksi atau di hulu, ada di kementerian lain seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Kementerian Koperasi dan UKM, dan sebagainya. Kami memberikan fasilitasi dalam pemasaran dan kemudahan-kemudahan perdagangan lainnya,” tambah mantan anggota Komisi I tersebut.

Jerry mengatakan, hal yang tidak boleh dilupakan adalah adanya perjanjian perdagangan internasional dalam menunjang ekspor produk pangan. Perjanjian perdagangan itu penting sekali dalam memperluas akses produk-produk Indonesia, termasuk produk pangan, baik yang mentah maupun olahan.

Dengan perjanjian perdagangan, tarif masuk produk dari Indonesia akan diberikan keringanan atau bahkan bisa nol persen. Nah, dari situ secara harga kita bersaing, ungkap dia.

Menurut dia, sudah banyak perjanjian perdagangan yang diselesaikan. Oleh karena itu, ia berharap para produsen Indonesia dapat memanfaatkan kemudahan-kemudahan yang dihasilkan dari perjanjian perdagangan itu. Tanpa pemanfaatan yang optimal, perjanjian perdagangan tidak akan memberikan manfaat nyata bagi produk Indonesia. Karena itu, Kemendag makin meningkatkan fasilitasi ekspor.

“Kami punya lima Free Trade Area (FTA) Center. Para produsen bisa berkonsultasi mengenai cara melakukan ekspor, mekanisme ekspor, dan lain sebagainya. Jadi, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi FTA Center. Kami pasti akan membantu seoptimal mungkin. Apalagi memang sudah menjadi visi Presiden RI untuk meningkatkan ekspor. Tugas kamilah untuk mengimplementasikan visi Presiden tersebut,” ungkap Jerry.

Dia menyadari, meningkatkan ekspor pangan adalah tantangan tersendiri. Sektor pertanian dan pangan biasanya lebih proteksionis dibandingkan dengan sektor lain. Ini terjadi di semua negara karena sektor pangan biasanya menyangkut kepentingan yang sangat kompleks.

Tetapi hal itu tidak berarti tidak bisa diatasi. Hal ini karena selain keunggulan kompetitif, juga ada keunggulan komparatif Indonesia yang diakibatkan oleh faktor tanah dan iklim.

“Misalnya saja produk gandum, Indonesia memang harus impor karena memang tidak bisa menanam sendiri secara optimal. Produk Indonesia juga banyak yang memiliki keunggulan komparatif, seperti buah-buahan. Banyak buah-buahan yang hanya bisa hidup di iklim tropis atau bahkan endemik Indonesia. Jadi itu bisa jadi modal tersendiri bagi kita,” ungkap Jerry.

Dia berpesan agar keunggulan komparatif tidak membuat produsen Indonesia terlena karena keunggulan kompetitif tetap memegang kunci. Wamendag ingin agar inovasi dilakukan sebaik mungkin sehingga secara kualitas dan kuantitas, produk Indonesia bisa memenuhi ekspektasi negara-negara pengimpor.

Berita Lainnya

Ledakan Madrasah di Pakistan, 7 Orang Tewas Termasuk Anak-anak

SOKSINEWS.COM, Ledakan di salah satu sekolah agama di Kota Peshawar, Pakistan utara pada Selasa (27/10/2020). Ledakan menewaskan . . .

Nasional Selasa, 27 Oktober 2020

Dyah Roro Sebut Potensi Sumber Energi Nasional Masih Besar

SOKSINEWS.COM, Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti Widya Putri menilai saat ini potensi sumber energi fosil nasional masih . . .

Nasional Selasa, 27 Oktober 2020

PSSI Berharap Izin untuk Kompetisi Liga 1 Bisa Segera Rampung

SOKSINEWS.COM, Ketua Umum Persatuan Sebak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Mochamad Iriawan berharap segera mendapatkan izin dari . . .

Nasional Selasa, 27 Oktober 2020

Gubernur Tandingan Era Ahok Fahrurrozi Ishaq Wafat Karena COVID-19

SOKSINEWS.COM, KH Fahrurrozi Ishaq yang dikenal sebagai Gubernur tandingan saat masa pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) . . .

Nasional Selasa, 27 Oktober 2020

Dirlantas Polda Metro Jaya Buka Layanan SIM Keliling di Lima Titik Ini

SOKSINEWS.COM, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memfasilitasi layanan keliling untuk masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan . . .

Nasional Selasa, 27 Oktober 2020