Kamis, 24 September 2020

 

 

Ekonomi

Ternyata Ini Penyebab Pertamina Merugi Rp 11 Triliun

Yusuf Asyari
Selasa, 01 September 2020 08:14 WIB

Ternyata Ini Penyebab Pertamina Merugi Rp 11 Triliun
Ilustrasi

SOKSINEWS.COM, Terdapat tiga faktor penyebab Pertamina merugi hingga Rp11,13 triliun pada semester I-2020. Salah satunya karena turunnya penjualan BBM.

Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Emma Sri Martini mengatakan, volume penjualan BBM/BBK pada April 2020 turun hingga 26 persen jika dibandingkan dengan Juli 2019. Turunnya permintaan masyarakat dalam menggunakan BBM menyebabkan Pertamina kehilangan pendapatan (revenue).

"Pandemi COVID-19 sangat signifikan sekali terhadap penurunan permintaan ini, menyebabkan pendapatan kita sangat terdampak. Kita lihat di kuartal II bulan April ini adalah posisi terdalam," kata Emma dalam RDP bersama Komisi VII di Jakarta, Senin (31/8/2020).

Emma menjelaskan bahwa penjualan BBM mulai menunjukkan tren positifnya pada bulan Juni yang meningkat sebesar 7 persen, dan Juli sebesar 5 persen, meski belum kembali pada "normal rate".

Turunnya permintaan pada BBM juga memberikan dampak pada inventarisasi atau bahan bakar yang tersimpan di kilang. Sebagai contoh, stok avtur pada April-Mei saja mencapai hingga 400 hari, namun di sisi lain biaya inventarisasi tetap berjalan.

"Avtur kita stoknya bisa sampai 400 hari, solar juga, semua terdampak dan itu memakan menjadi 'inventory cost', sementara 'revenue' tidak ada," kata Emma.

Selain volume penjualan yang menurun tajam, pendapatan Pertamina juga terdampak pada selisih kurs dolar dan rupiah. Sebagai perbandingan, posisi nilai tukar rupiah pada Desember 2019 sebesar Rp13.900, sedangkan pada Maret atau titik terendah sebesar Rp16.367.

Selisih nilai tukar ini memberikan tekanan finansial karena pendapatan Pertamina sebagian besar dalam rupiah (IDR), namun pembelian minyak mentah dalam dolar (USD).

Sejumlah langkah strategis Pertamina akan dilakukan dalam menghadapi semester II tahun ini, antara lain efisiensi capex dan opex sebesar 4,7 miliar dolar AS atau setara Rp70 triliun.

Kemudian, Pertamina berupaya menjaga produksi minyak dan gas untuk menekan impor, serta renegosiasi kontrak dengan mata uang asing untuk dibayar menggunakan Rupiah.

Berita Lainnya

Sore Ini, Rupiah Ditutup Menguat Menjadi Rp14.700 per Dolar AS

SOKSINEWS.COM, Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan menjelang akhir bulan September masih . . .

Ekonomi Senin, 21 September 2020

Kabar Gembira, Perekonomian Indonesia Mulai Merangkak Naik

SOKSINEWS.COM, Sektor industri manufaktur di Indonesia menunjukkan geliat yang agresif di tengah tekanan dampak pandemi COVID-19. . . .

Ekonomi Rabu, 02 September 2020

Ternyata Ini Penyebab Pertamina Merugi Rp 11 Triliun

SOKSINEWS.COM, Terdapat tiga faktor penyebab Pertamina merugi hingga Rp11,13 triliun pada semester I-2020. Salah satunya karena . . .

Ekonomi Selasa, 01 September 2020

Gubernur BI Beberkan 3 Cara Majukan UMKM di Era Digital

SOKSINEWS.COM, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan tiga cara memajukan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai . . .

Ekonomi Jumat, 28 Agustus 2020

Kemenperin Dorong Pembangunan Pabrik Gula Terintegrasi Lahan Tebu

SOKSINEWS.COM, Kementerian Perindustrian terus mendorong pembangunan pabrik gula baru yang terintegrasi lahan tebu. Pabrik baru . . .

Ekonomi Kamis, 27 Agustus 2020