Rabu, 28 Oktober 2020

 

 

Nasional

Puteri Komarudin Ingatkan Risiko Crowding Out

Yusuf Asyari
Jumat, 04 September 2020 14:21 WIB

Puteri Komarudin Ingatkan Risiko Crowding Out
Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin. Foto: dpr

SOKSINEWS.COM, Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin meminta Pemerintah beserta otoritas terkait untuk mewaspadai risiko melambatnya laju investasi pada sektor swasta akibat terserapnya dana masyarakat ke Surat Berharga Negara (SBN) atau crowding out.

“Untuk itu, kita perlu terus fokus pada upaya pemulihan agar ekonomi dapat kembali di zona positif, seperti Tiongkok dan Vietnam. Terlebih, para pakar pun menyebut keberhasilan kedua negara ini turut ditopang peran intermediasi sektor keuangan dan perbankan sehingga terhindar dari risiko crowding out,” ujar Puteri melalui keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Kamis (3/9/2020).

Wabah pandemi Covid-19 telah memicu kontraksi ekonomi dunia, seiring kebijakan pembatasan mobilitas manusia secara ketat guna menekan angka penyebaran.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi hingga minus 5,32 persen (yoy) pada Kuartal II-2020. Namun, pada periode yang sama, pertumbuhan ekonomi Tiongkok dan Vietnam justru tumbuh positif, masing-masing 3,2 persen (yoy) dan 0,32 persen (yoy).

Hal tersebut tidak terlepas dari peran sektor perbankan dan keuangan dalam menopang ekonomi kedua negara tersebut.

Sebenarnya Kuartal I-2020 ekonomi Indonesia masih tumbuh positif sebesar 2,97 persen, tetapi pada kuartal selanjutnya, ekonomi terkontraksi cukup dalam di zona negatif, walaupun tidak sedalam negara lain yang bahkan mencapai minus 22,1 persen seperti di Spanyol.

Di tengah kondisi pandemi, Pemerintah di seluruh dunia cenderung menempuh kebijakan fiskal yang ekspansif sebagai upaya penanganan wabah. Konsekuensinya, kebutuhan pembiayaan yang tinggi mendorong ditingkatkannya penerbitan surat berharga negara.

Dengan imbal hasil (yield) yang kompetitif dan tingkat risiko yang relatif aman, investor pun cenderung memilih SBN dibandingkan investasi pada sektor swasta. Atas hal tersebut, Puteri mendorong dimaksimalkan fungsi intermediasi perbankan untuk menyalurkan dana pihak ketiga ke sektor riil.

“Yang sekarang perlu didorong adalah fungsi intermediasi perbankan. Artinya, memastikan likuiditas dari perbankan betul-betul mengalir ke sektor riil sehingga terjadi permintaan kredit," katanya.

Dimana data pada bulan Juli, laju pertumbuhan kredit sangat rendah yaitu hingga 1,53 persen, sedangkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga sebesar 8,53 persen. Namun, di tengah kondisi ketidakpastian ini, perbankan tentu masih was-was, terlebih dihadapkan dengan risiko kredit macet.

"Hal inilah yang mungkin mendorong perbankan lebih memilih untuk menggunakan likuiditasnya dalam bentuk investasi SBN,” tutur politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Lebih lanjut, Puteri juga menyoroti tingkat imbal hasil (yield) surat berharga Indonesia untuk tenor 10 tahun yang masih cukup tinggi dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam yang berkisar di level 6,8 persen, per akhir Agustus lalu.

Dengan imbal hasil yang kompetitif ini turut memicu investor untuk memilih berinvestasi pada SBN, sehingga mengalihkan dana yang mengalir ke perbankan dan pasar keuangan. Terlebih, kebutuhan pembiayaan APBN untuk penanganan Covid-19 melalui penerbitan SBN masih cukup tinggi hingga akhir tahun.

“Apabila kepemilikan SBN lebih banyak dikuasai investor domestik, tentu dapat meminimalisir risiko arus modal asing keluar atau capital outflows yang berakibat pada nilai tukar rupiah maupun imbal hasil SBN," ujarny.

"Sementara, apabila mengandalkan pembiayaan dari SBN di pasar domestik, tentunya dihadapkan dengan risiko crowding out ini. Maka dari itu, pemerintah harus mewaspadai risiko-risiko tersebut dengan mendorong bauran kebijakan yang hati-hati dan akuntabel dalam pemenuhan pembiayaan anggaran tahun ini,” jelasnya.

Berita Lainnya

Menang 3-0, Guardiola yakin Manchester City Bakal Konsisten

SOKSINEWS.COM, Manajer Manchester City Pep Guardiola yakin timnya akan menemukan konsistensi yang mereka butuhkan setelah meraih . . .

Nasional Rabu, 28 Oktober 2020

Politikus Golkar Minta Penambahan Kuota Pupuk Bersubsidi Dikelola Baik

SOKSINEWS.COM, Anggota Komisi IV DPR RI Budhy Setiawan mengapresiasi langkah cepat Kementerian Pertanian soal kelangkaan pupuk . . .

Nasional Rabu, 28 Oktober 2020

Gubernur BI Sebut Vaksin COVID-19 Tumbuhkan Investasi Global ke Indonesia

SOKSINEWS.COM, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan pemesanan vaksin COVID-19 oleh pemerintah menumbuhkan keyakinan . . .

Nasional Rabu, 28 Oktober 2020

BMKG: Jakarta Diperkirakan Berawan Hingga Hujan Ringan Sepanjang Hari

SOKSINEWS.COM, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Provinsi DKI Jakarta berawan hingga hujan . . .

Nasional Rabu, 28 Oktober 2020

Anggota DPR Milenial Jelaskan Pentingnya EBT di Depan Forum PBB

SOKSINEWS.COM, Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti Widya Putri menjelaskan pentingnya energi baru dan terbarukan (EBT) bagi . . .

Nasional Selasa, 27 Oktober 2020