Sabtu, 24 Oktober 2020

 

 

Nasional

Fraksi Golkar DPRD DKI Nilai Langkah PSBB Total Kurang Tepat

Yusuf Asyari
Kamis, 10 September 2020 21:53 WIB

Fraksi Golkar DPRD DKI Nilai Langkah PSBB Total Kurang Tepat
Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Judistira Hermawan

SOKSINEWS.COM, Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Judistira Hermawan menilai penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total kurang tepat untuk mengendalikan penyebaran COVID-19 di Ibu Kota.

"Penerapan PSBB Total, kami nilai bukan langkah yang tepat untuk mengendalikan penyebaran COVID-19," ucap Judistira saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Menurut Judistira, pengendalian COVID-19 di Ibu Kota harus dibarengi dengan semangat produktif namun masyarakat tetap aman dari COVID-19.

Selama ini, menurut Judistira, banyak hal yang tidak konsisten utamanya dalam hal pengawasan protokol kesehatan dari Pemprov DKI di masa PSBB transisi.

Salah satu contohnya, kata dia, bagaimana penanganan dan perhatian terhadap warga yang diketahui terpapar dari hasil uji usap (swab test).

Apakah ada pengawasan oleh Pemprov DKI selama isolasi mandiri di rumah, kemudian, apakah diperhatikan kebutuhan dasarnya selama mereka isolasi mandiri.

"Saya temukan tidak ada pengawasan itu maupun perhatian dari pemerintah, ini yang akhirnya menciptakan klaster-klaster baru penyebaran COVID-19 semakin tinggi," katanya.

Ia mengaku, banyak masukan dari pihaknya sudah banyak disampaikan kepada Pemprov DKI, tapi hal itu seakan tidak didengar, misalnya perihal ganjil genap yang diberlakukan, ternyata pasien di Wisma Atlet rata-rata adalah pengguna transportasi publik, kemudian pembukaan bioskop, tapi tidak dihiraukan.

Lebih lanjut, menurutnya Pemprov DKI jangan hanya melakukan testing sebanyak-banyaknya, namun tidak siap menangani lonjakan angka positif COVID-19 agar bisa dikendalikan.

Untuk itu, dia meminta kepada Gubernur dan jajaran Pemprov DKI fokus kepada pengawasan dan edukasi masyarakat tentang pentingnya melakukan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak) sampai ke permukiman padat penduduk.

"Sampaikan bahwa masyarakat adalah garda terdepan dalam pencegahan COVID-19, tenaga medis sampai petugas makam adalah garda paling akhir," tuturnya.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi "menginjak rem darurat" yang mencabut kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi dan mengembalikannya kepada kebijakan PSBB yang diperketat.

Berita Lainnya

Puluhan Rumah di Bekasi Berhamburan Diterjang Angin Puting Beliung

SOKSINEWS.COM, Puluhan rumah yang berada di dua desa dan satu kelurahan, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, mengalami kerusakan . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020

Kebakaran Gedung Kejagung Akibat Puntung Rokok, 8 Orang Jadi Tersangka

SOKSINEWS.COM, Bareskrim Polri menetapkan delappan orang menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana kebakaran gedung utama Kejaksaan . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020

23 Oktober, Pasien Sembuh COVID-19 Tambah 4.094

SOKSINEWS.COM, Satgas Penanganan COVID-19 menyebutkan hingga 23 Oktober 2020, pasien sembuh dari penyakit COVID-19 tercatat bertambah . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020

Kemenhub Awasi Ketat Transportasi Saat Libur Cuti Bersama Akhir Oktober

SOKSINEWS.COM, Untuk mencegah peningkatan kasus COVID-19, Kementerian Perhubungan memastikan akan mengawasi ketat transportasi . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020

Tumbuhkan Semangat Karya Kekaryaan untuk Menjawab Tantangan Zaman

SOKSINEWS.COM, Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar, Meutya Hafid mengatakan, Golkar lahir dengan semangat . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020