Rabu, 28 Oktober 2020

 

 

Nasional

Puteri Komarudin Minta Anggaran PEN Tahun Depan Harus Dijelaskan

Yusuf Asyari
Sabtu, 12 September 2020 12:36 WIB

Puteri Komarudin Minta Anggaran PEN Tahun Depan Harus Dijelaskan
Anggota Komisi XI DPR RIFraksi Partai Golkar Puteri Anetta Komarudin

SOKSINEWS.COM, Pemerintah menargetkan anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2021 sekitar Rp 356,5 triliun. Alokasi tersebut menurun dibandingkan tahun 2020 mencapai Rp 695 triliun.

Anggota Komisi XI DPR RIFraksi Partai Golkar Puteri Anetta Komarudin mengingatkan pemerintah agar segera menetapkan anggaran Program PEN tahun 2021 dan rencana detail pengelolaannya. Hal ini penting demi kontinuitas pemulihan ekonomi.

Tahun ini, program PEN tidak hanya ditujukan untuk menangani aspek kesehatan, tapi juga untuk perekonomian dan sosial masyarakat.

"Dalam alokasi PEN mendatang, pemerintah wajib mempertimbangkan hasil evaluasi, efektivitas, dan dampak dari kebijakan PEN tahun ini. Misalnya, sisi permintaan dan produksi serta daya saing dan investasi masih perlu terus diperkuat. Sehingga strategi fiskal ekspansif memang masih harus kembali dianggarkan,” tutur Puteri di Jakarta, Jumat (11/9/2020).

Pemerintah mengungkap anggaran senilai Rp356,5 triliun terdiri dari penanganan kesehatan dengan anggaran sekitar Rp25,4 triliun. Kedua, program perlindungan sosial untuk masyarakat menengah ke bawah sekitar Rp110,2 triliun.

Ketiga, dukungan sektoral kementerian/lembaga (K/L) sekitar Rp136,7 triliun. Keempat, dukungan kepada UMKM sekitar Rp48,8 triliun. Kelima, pembiayaan korporasi sekitar Rp14,9 triliun. Serta keenam, anggaran untuk insentif usaha sekitar Rp20,4 triliun.

“Semua komponen PEN jumlahnya cenderung menurun, kecuali komponen dukungan sektoral/pemda. Terkait penyesuaian anggaran PEN ini, tantangannya adalah bagaimana pemerintah dapat memastikan bahwa sektor riil tetap bisa tumbuh dan memiliki kinerja yang baik sehingga target pertumbuhan ekonomi 4,5–5,5% di tahun depan dapat dicapai,” ungkap Puteri.

Menteri Keuangan menyebutkan alokasi anggaran PEN tahun 2021 yang menurun karena ada porsi anggaran PEN yang ditempatkan dalam pagu belanja K/L terkait. Karena itu Puteri meminta pemerintah untuk memperjelas rencana alokasi program PEN tahun depan agar menjamin keberlanjutan pemulihan ekonomi.

Penjelasan pemerintah dinilainya belum proporsional dengan anggaran belanja K/L terkait dalam RAPBN 2021. Misalnya, rencana pagu anggaran Kementerian Koperasi dan UKM dianggarkan senilai Rp978,3 miliar. Sedangkan, selisih anggaran dukungan UMKM tahun ini dan tahun depan mencapai sekitar Rp74,67 triliun.

"Dari pagu tersebut, belum terlihat jelas pengalokasian porsi PEN. Hal inilah yang perlu dijelaskan dan disinergikan oleh pemerintah, karena kita perlu memastikan total anggaran PEN tahun depan,” ungkap Puteri.

 

Berita Lainnya

Politikus Golkar Minta Penambahan Kuota Pupuk Bersubsidi Dikelola Baik

SOKSINEWS.COM, Anggota Komisi IV DPR RI Budhy Setiawan mengapresiasi langkah cepat Kementerian Pertanian soal kelangkaan pupuk . . .

Nasional Rabu, 28 Oktober 2020

Gubernur BI Sebut Vaksin COVID-19 Tumbuhkan Investasi Global ke Indonesia

SOKSINEWS.COM, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan pemesanan vaksin COVID-19 oleh pemerintah menumbuhkan keyakinan . . .

Nasional Rabu, 28 Oktober 2020

BMKG: Jakarta Diperkirakan Berawan Hingga Hujan Ringan Sepanjang Hari

SOKSINEWS.COM, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Provinsi DKI Jakarta berawan hingga hujan . . .

Nasional Rabu, 28 Oktober 2020

Anggota DPR Milenial Jelaskan Pentingnya EBT di Depan Forum PBB

SOKSINEWS.COM, Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti Widya Putri menjelaskan pentingnya energi baru dan terbarukan (EBT) bagi . . .

Nasional Selasa, 27 Oktober 2020

Angka Teguran Hari Pertama Operasi Zebra 2020 Naik 137 Persen

SOKSINEWS.COM, Angka teguran pada hari pertama penyelenggaraan Operasi Zebra Jaya 2020 mengalami peningkatan seiring dengan fokus . . .

Nasional Selasa, 27 Oktober 2020