Kamis, 01 Oktober 2020

 

 

Nasional

Golkar: KPU Harus Kluster baru Corona saat Penetapan Paslon Pilkada 2020

Yusuf Asyari
Rabu, 16 September 2020 15:23 WIB

Golkar: KPU Harus Kluster baru Corona saat Penetapan Paslon Pilkada 2020
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung

SOKSINEWS.COM, Komisi Pemilihan Umum (KPU) baik pusat maupun daerah diminta mengantisipasi adanya klaster Covid-19 Pilkada. Terutama, saat para calon kepala daerah mengikuti penetapan pasangan calon dan pengundian nomor urut.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan, tahapan tersebut rencananya akan dimulai pada 23 hingga 24 September 2020. Menurut Doli, bila tidak diantisipasi, saat itu akan menjadi  momentum yang bakal menciptakan kerumunan massa.

Masa kampanye yang akan dimulai pada 26 September juga harus menjadi perhatian khusus bagi penyelenggara  Pilkada.

"KPU sudah membuat aturan yang ketat tentang bentuk kampanye yang disesuaikan dengan protokol kesehatan. Waktu kampanye ini juga dikhawatirkan juga akan terjadi kluster covid baru,” kata Doli dalam rapat virtual Golkar Yang dihadiri 34 DPD 1 dan 270 DPD, Selasa (15/9/2020).

Doli kembali mengingatkan agar semua aturan dipatuhi berikut dengan protokol kesehatan yang disiplin dan ketat agar tidak menjadi cluster penyebaran Covid-19 berikutnya. Doli pun menilai, sejauh ini prediksi akan adanya kluster corona selama penyelenggaraan Pilkada belum terjadi.

"Awalnya tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) 15 Juli - 13 Agustus 2020 dikhawatirkan akan menjadi sumber ledakan penularan Covid 19. Namun prediksi tersebut tidak terjadi,” ungkap Doli Kurnia.

Begitu pula pada tahapan krusial berikutnya yakni pendaftaran pasangan calon pada 4 - 6 September 2020 yang berlangsung pekan lalu. Tahapan ini diprediksi juga terjadi akan ledakan Covid-19 karena adanya potensi pengumpulan massa. Namun tahapan ini juga belum menunjukkan tanda-tanda adanya cluster baru Pilkada.

“Kita masih harus menunggu sampai 14 hari berlalu, yang memang tinggal beberapa hari lagi dari saat ini. Jika masa itu berlalu dengan aman, artinya kita tinggal mengantisipasi tahapan berikutnya,” ucap Doli.

Doli berharap masyarakat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan dengan penuh disiplin saat menggunakan hak suaranya.

"Kita harus disiplin, hati-hati dan patuh pada protokol kesehatan. Sudah banyak Paslon yang diberi peringatan oleh penyelenggara pemilu. Jika terbukti tidak disiplin, maka akan dijatuhkan sanksi,” ungkap Doli.

Sedang dirumuskan aturan penegakan disiplin dan penerapan sanksi. Terkait keikutserta para kader Golkar di ajang Pilkada, Doli meminta agar seluruhnya mengikuti seluruh tahapan dengan tertib dan sesuai aturan.

"Saya yakin Paslon Golkar akan melaksanakan tahapan dengan tertib dan disiplin dalam menjalankan semua tahapan dan kampanye di Pilkada 2020 ini,” tandas Doli.

Berita Lainnya

Pasien COVID-19 Boleh Isolasi Mandiri Asal Memenuhi Syarat Ini

SOKSINEWS.COM, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya kembali memperbolehkan . . .

Nasional Kamis, 01 Oktober 2020

Gedung Isolasi Pasien COVID-19 Akan Dijaga Ketat Aparat TNI-Polri

SOKSINEWS.COM, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan sejumlah aparat keamanan dari unsur TNI dan Polri untuk menjaga ketat . . .

Nasional Kamis, 01 Oktober 2020

Industri Manufaktur Ikut Tertekan Karena COVID-19

SOKSINEWS.COM, Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan industri manufaktur kembali mendapat tekanan . . .

Nasional Kamis, 01 Oktober 2020

Pemerintah Sebut Pengembangan Ekosistem Kewirausahaan Perlu Sinergitas Stakeholder

SOKSINEWS.COM, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut, pengembangan ekosistem kewirausahaan . . .

Nasional Kamis, 01 Oktober 2020

Pemprov DKI: Rumah Pasien Isolasi Mandiri Akan Dipasang Stiker

SOKSINEWS.COM, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memasang stiker pada rumah pasien COVID-19 yang tengah melakukan isolasi mandiri. Wakil . . .

Nasional Kamis, 01 Oktober 2020