Selasa, 20 Oktober 2020

 

 

Nasional

Jika Mau Tetap Digelar, Konser Musik Saat Pilkada Disarankan via Virtual

Melly Kartika Adelia
Kamis, 17 September 2020 16:13 WIB

Jika Mau Tetap Digelar, Konser Musik Saat Pilkada Disarankan via Virtual
Anggota Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena

SOKSINEWS.COM, Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena menyarankan, konser musik saat kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 dilakukan secara virtual, jika memang aturan itu akan terus diperbolehkan.

"Sebaiknya kalaupun ada (Bakal Pasangan Calon Pilkada 2020) mau melakukan konser musik semacam itu ikut aja yang sudah dibikin dalam berbagai pola musik yang sudah dibuat selama ini," kata Melki di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/9/2020).

Politisi Partai Golkar itu mengatakan, konser virtual nantinya hanya akan diisi oleh beberapa orang saja yang di lokasi, selebihnya diperkenankan untuk mengikuti secara dari rumah masing-masing.

"Kayak di televisi-televisi kan penggalangan dana juga begitu. Jadi tetap, kalau pun ada juga ikuti protokol, berarti yang ada di lokasi sedikit orang, selebihnya itu berarti ada di tempt lain secara virtual gitu," jelasnya.

Menurutnya, jika cara diatas tidak bisa dilakukan, maka sanksi terhadap protokol kesehatan dapat diberikan kepada tim sukses hingga paslon yang bersangkutan. Namun, lanjut Melki, pengaturan terkait sanksi diatur oleh KPU dan aparat penegak hukum

"Nantikan dibatasi. Bagi calon yang dia tidak bisa kontrol punya pasukan kan dia akan dikasih sanksi lah. Kalau berkali-kali ya bila perlu sampai pada sanksi paling rasis ya membahayakan orang lain, bisa sampai didiskualifikasi," tegasnya.

"Sesuai dengan protokol itu kan diatur berapa orang yang boleh hadir berjarak dan seterusnya kan. Di luar semua peraturan itu dikasih sanksi. Sanksinya bisa individu yang hadir itu, tim suksesnya, bisa juga paslon. Itu nanti urusan KPU dan penindak aparat di lapangan," imbuhnya.

Meski demikian, Politisi Golkar itu tak menjami acara tersebut nantinya bisa menjadi klaster baru. Sebab menurutnya, semua akan memiliki potensi. Karena itu, ia menegaskan agar konser muski selebihnya diikuti secara virtual nonton.

"Semuanya tuh punya potensi. Kita berdiri aja potensi kok. Jadi karena kita semua ini melakukan berbagai aktivitas ini berpotensi menjadi klaster, tentu perlu pembatasan perlu pengaturan sehingga, apapun yang dimungkinkan UU tentang Pilkada itu atau aturan tentang PKPU itu tetap diatur dalam protokol kesehatan," tukasnya.[]

Berita Lainnya

Antisipasi La Nina, BNPB Tekankan Pentingnya Mitigasi Non Struktural

SOKSINEWS.COM, Sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi terjadi peningkatan curah hujan akibat fenomena La Nina yang terjadi . . .

Nasional Selasa, 20 Oktober 2020

Anggota Komisi VII DPR Prioritaskan Pemasangan Jargas di 17 Daerah

SOKSINEWS.COM, Komisi VII DPR RI menghadiri dalam pembukaan sosialisasi tugas dan fungsi serta capaian kinerja Badan Pengatur . . .

Nasional Selasa, 20 Oktober 2020

Golkar Jabar Bantu Korban Banjir Bandang Wilayah Garut Selatan

SOKSINEWS.COM, DPD Partai Golkar Jawa Barat mengerahkan kader partai serta seluruh pengurus DPD Golkar Garut untuk melihat secara . . .

Nasional Selasa, 20 Oktober 2020

Lembaga Pengelola Investasi Bakal Beroperasi Januari 2021

SOKSINEWS.COM, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund . . .

Nasional Selasa, 20 Oktober 2020

Penyelenggara Pemilu Beberkan 12 Hal Baru di TPS Saat Nyoblos Nanti

SOKSINEWS.COM, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra mengungkapkan bakal ada 12 hal baru di TPS saat pencoblosan . . .

Nasional Selasa, 20 Oktober 2020