Selasa, 20 Oktober 2020

 

 

Humaniora

Cakada Diminta Pertimbangkan Strategi Selain Konser Musik untuk Menarik Pemilih

Melly Kartika Adelia
Kamis, 17 September 2020 16:26 WIB

Cakada Diminta Pertimbangkan Strategi Selain Konser Musik untuk Menarik Pemilih
Aziz Syamsuddin, Wakil Ketua DPR RI

SOKSINEWS.COM, Para Calon Kepala Daerah diminta untuk mempertimbangkan strategi dengan matang untuk menarik simpati pemilih.

Hal itu penting dilakukan agar tahapan Pilkada Serentak 2020 tidak menjadi klaster baru di era pandemi Covid-19.

"Strategi baru dalam pemenangan itu, misalnya dengan tidak mengadakan konser musik guna mencegah penyebaran Covid-19 dan menjaga keselamatan masyarakat," ujar Wakil Ketua DPR RI Bidang Korpolkam, Azis Syamsuddin, Kamis (17/9/2020).

Menurutnya, saat ini banyak kriteria masyarakat yang terkena Covid-19, misalnya orang tanpa gejala (OTG) yang tidak dapat dijamin ketika terjadi konser musik dan berkerumun di tengah lapang atau di dalam ruang tertutup, seperti GOR atau aula, yang menyebabkan masyarakat lainnya jadi terpapar.

Karena itu, Azis sangat berharap para pasangan cakada memiliki komitmen meskipun KPU memperbolehkan konser musik saat kampanye Pilkada 2020.

"Saya berharap pasangan calon kepala daerah dapat memberikan arahan kepada tim sukses untuk mencari strategi baru pemenangan pada masa pandemi COVID-19," tutur Politisi Partai Golkar itu.

Selain itu, Azis juga mendorong KPU untuk berperan aktif dalam mengedukasi dan menyosialisasikan pentingnya menjalankan protokol kesehatan kepada para paslon maupun tim sukses pada masa pandemi Covid-19 pada Pilkada Serentak 2020.

"Jika melebihi kuota tersebut, pasangan calon kepala daerah telah melanggar protokol kesehatan dan harus diberikan sanksi tegas," pungkasnya.

Dalam aturan metode kampanye ini dirinci di dalam PKPU 10 tahun 2020, tentang perubahan atas PKPU 6 tahun 2020 terkait pelaksanaan pilkada dalam kondisi bencana non alam. Pada PKPU ini, di pasal 63 ayat 1 disebutkan beberapa kegiatan yang tidak melanggar larangan kampanye dan ketentuan undang-undang.

Kegiatan tersebut di antaranya rapat umum, kegiatan kebudayaan hingga konser musik. Sedangkan pada ayat 2, dituliskan kegiatan-kegiatan itu dapat dilakukan dengan membatasi jumlah orang sebanyak 100 orang dan penerapan protokol kesehatan.[]

Berita Lainnya

Bupati Tangerang: Waspadai Klaster COVID-19 Pasca Demonstrasi

SOKSINEWS.COM, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar meminta masyarakat mewaspadai potensi penyebaran Covid-19 dari klaster demonstrasi, . . .

Humaniora Selasa, 20 Oktober 2020

Kader Golkar Diminta Terus Tanamkan Rasa Peduli Terhadap Bangsa dan Negara

SOKSINEWS.COM, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto meminta seluruh kader Golkar agar menanamkan rasa saling peduli untuk . . .

Humaniora Selasa, 20 Oktober 2020

Hujan Disertai Petir Mengguyur Jakarta pada Sore dan Malam Hari

SOKSINEWS.COM, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), memprakirakan sebagian wilayah DKI Jakarta berpotensi diguyur . . .

Humaniora Selasa, 20 Oktober 2020

Pep Guardiola Minta Aguero Tampilkan Performa Terbaik untuk City

SOKSINEWS.COM, Pep Guardiola minta Sergio Aguero harus bisa menunjukkan dirinya layak mendapat kontrak baru dari Manchester City. . . .

Humaniora Senin, 19 Oktober 2020

Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan Raih Dukungan dari Masyarakat Nias di Tangsel

SOKSINEWS.COM, Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tangsel Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan kembali mendapat dukungan . . .

Humaniora Senin, 19 Oktober 2020