Jumat, 23 Oktober 2020

 

 

Nasional

Menperin Minta Dukungan ke DPR, Pajak Mobil Baru 0 Persen

Yusuf Asyari
Rabu, 23 September 2020 08:16 WIB

Menperin Minta Dukungan ke DPR, Pajak Mobil Baru 0 Persen
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita

SOKSINEWS.COM, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta dukungan Komisi VI DPR RI untuk merealisasikan relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar nol persen. Langkah pemangkasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dinilai bakal memberikan efek berantai bagi pemulihan ekonomi nasional.
 
"Relaksasi pajak pembelian mobil baru ini latar belakangnya adalah industri otomotif merupakan industri yang paling berat terdampak pandemi, sehingga harus dapat perhatian khusus," kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Selasa, 22 September 2020.
 
Menurut Agus, usulan stimulus fiskal bagi sektor otomotif hingga Desember 2020 ini telah disampaikan kepada Kementerian Keuangan untuk dikaji. Pertumbuhan secara berantai dipastikan terjadi lantaran industri otomotif melibatkan banyak kelompok industri kecil menengah dalam pemenuhan komponen kendaraan.

Agus mengatakan kebijakan tersebut telah diimplementasikan oleh negara lain dan berhasil mendongkrak penjualan mobil Juni-Juli hingga 80 persen. Meski demikian, Agus tak merinci negara mana yang ia maksud.
 
"Bisa kita bayangkan sektor otomotif ini punya supply chain yang cukup banyak, salah satu yang paling banyak dibandingkan sektor lain, sehingga apabila sektor otomotif tumbuh pendukungnya juga akan ikut tumbuh, belum lagi ketika bicara mengenai dukungan jasa seperti bengkel dan sebagainya," paparnya.
 
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini, industri otomotif di Tanah Air pada beberapa produknya juga telah menerapkan regulasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) hingga 75 persen. Keterlibatan tenaga kerja dan bahan baku lokal sangat besar meski brand mobil tersebut menggunakan nama perusahaan dari negara lain.
 
"Satu produk misalnya mobil L300 buatan Mitsubishi, itu sekarang per hari ini lokal kontennya 75 persen. Bisa dibayangkan kalau L300 ini tidak ada pembelian sehingga akan berpengaruh 75 persen ke supply chain yang ada di L300 ini. Apabila laku industri otomotif menggeliat dan konsumen juga menggeliat itu akan mempengaruhi supply chain yang ada di bawahnya," pungkas Agus.

Berita Lainnya

Menko Luhut Bahas Lembaga Pengelola Investasi dengan Lembaga Investasi AS

SOKSINEWS.COM, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menerima Chief Executive Officer (CEO) . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020

Nurdin Halid: Mari Kita Tegakkan Demokrasi Tanpa Mencederai

SOKSINEWS.COM, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Nurdin Halid menyayangkan aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja di depan . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020

Setelah Lumat Celtic, AC Milan Bidik Roma Jadi Korban Berikutnya

SOKSINEWS.COM, AC Milan melanjutkan trend tak terkalahkan saat membungkam Celtic FC dengan skor 1-3. Usai mengandaskan The Hoops, . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020

Komisi I: Meski Banyak Digitalisasi Media, Televisi Tetap Jadi Pilihan Masyarakat di Era Pandemi

SOKSINEWS.COM, Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid menyebut televisi menjadi media pilihan masyarakat di era pandemi . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020

Hari Ini, Bareskrim Polri Gelar Perkara Penetapan Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung

SOKSINEWS.COM, Tim gabungan penyidik Bareskrim hari ini, Jumat (23/10/2020) akan mengumumkan hasil gelar perkara untuk . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020