Jumat, 23 Oktober 2020

 

 

Nasional

Luhut Minta Produsen Farmasi Nasional Percepat Produksi Obat Covid-19

Yusuf Asyari
Minggu, 27 September 2020 13:13 WIB

Luhut Minta Produsen Farmasi Nasional Percepat Produksi Obat Covid-19
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

SOKSINEWS.COM, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta produsen farmasi nasional mempercepat produksi obat COVID-19, salah satunya adalah remdesivir.

"Harus diupayakan untuk segera produksi dalam negeri. Kita cari bahan-bahannya itu nanti, jadi jangan ada hambatan," kata Luhut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penyediaan Obat COVID-19 secara virtual di Jakarta, Sabtu (26/9).

Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional itu juga meminta Bio Farma sebagai produsen farmasi nasional segera mengambil langkah yang cepat dan tepat agar bahan baku untuk produksi nasional dapat segera dilakukan, demi kepentingan nasional.

"Strateginya untuk kepentingan emergency dan kepentingan nasional. kita harus cepat dan jangan terlalu kaku karena ini untuk kemanusiaan," kata Luhut.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan pihaknya telah mengurus izin untuk memproduksi remdesivir.

"Ada dua cara yang kami lakukan yakni mengadakan kerja sama dengan India. Sementara kami akan melakukan uji klinis nanti kerja sama dengan BUMN. Kedua, di samping izin impor, kami juga sedang riset untuk produksi dalam negeri," ujarnya.

Bio Farma, menurut Honesti, juga telah melakukan uji klinis skala pilot untuk produksi remdesivir dalam negeri.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam rakor tersebut mengatakan pihaknya akan mendukung semua riset yang dilakukan untuk memproduksi remdesivir dalam negeri.

"Saya back up untuk kebutuhan obat apapun pasti akan kami dukung karena kami tinggal ajukan dan adakan bersama dengan BUMN dan bersama dengan BPOM kami akan koordinasi supaya segala sesuatu tepat sasaran, tepat waktu dan kita tidak membuat kebijakan yang justru kita tidak bisa menyelamatkan (pasien COVID-19) seperti apa yang Bapak (Menko Luhut) sampaikan," ingatnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito mengatakan pihaknya telah memproses izin uji klinis untuk remdesivir.

"Terkait bahan baku dari Tiongkok, kami sudah mencatat dan akan cari jalan yang terbaik dengan tetap menjaga aspek keamanan dan mutu," ujarnya.

Selain membahas tentang pengadaan obat remdesivir dan peralatan yang dibutuhkan untuk merawat pasien COVID-19 di rumah sakit, dalam rakor itu juga dibahas mengenai arus kas (cashflow) rumah sakit yang melayani pasien COVID-19.

Plt Direktur Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir mengatakan terkadang arus kas rumah sakit yang melayani pasien COVID-19 terganggu karena mereka terlambat mengajukan klaim ke BPJS.

Untuk mengatasi hal itu, Luhut pun meminta pihak Kemenkes agar segera berkoordinasi dengan rumah sakit.

"Buat video call dengan RS 100-100 per wilayah kan hanya empat kali, tolong koordinasikan agar masalah selesai," perintahnya.

Luhut juga meminta agar dibuat mekanisme baku untuk prosedur pengajuan klaim COVID-19. Terakhir, dia meminta semua pihak terkait dapat bekerja sama dengan baik.

Berita Lainnya

Menko Luhut Bahas Lembaga Pengelola Investasi dengan Lembaga Investasi AS

SOKSINEWS.COM, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menerima Chief Executive Officer (CEO) . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020

Nurdin Halid: Mari Kita Tegakkan Demokrasi Tanpa Mencederai

SOKSINEWS.COM, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Nurdin Halid menyayangkan aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja di depan . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020

Setelah Lumat Celtic, AC Milan Bidik Roma Jadi Korban Berikutnya

SOKSINEWS.COM, AC Milan melanjutkan trend tak terkalahkan saat membungkam Celtic FC dengan skor 1-3. Usai mengandaskan The Hoops, . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020

Komisi I: Meski Banyak Digitalisasi Media, Televisi Tetap Jadi Pilihan Masyarakat di Era Pandemi

SOKSINEWS.COM, Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid menyebut televisi menjadi media pilihan masyarakat di era pandemi . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020

Hari Ini, Bareskrim Polri Gelar Perkara Penetapan Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung

SOKSINEWS.COM, Tim gabungan penyidik Bareskrim hari ini, Jumat (23/10/2020) akan mengumumkan hasil gelar perkara untuk . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020