Sabtu, 24 Oktober 2020

 

 

Nasional

DPR Kritik Keras Ucapan PM Vanuatu Terkait Masalah HAM Papua

Yusuf Asyari
Senin, 28 September 2020 11:41 WIB

DPR Kritik Keras Ucapan PM Vanuatu Terkait Masalah HAM Papua
Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin. AKURAT.CO/Sopian

SOKSINEWS.COM, Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin meminta agar Perdana Menteri Republik Vanuatu Bob Loughman dapat memahami sejarah Papua secara mendalam.

Dia menilai ucapan Bob Loughman mengenai masalah Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) Papua di dalam sidang umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) merupakan hal yang sangat tidak pantas, tidak etis, dan tidak menghargai serta menghormati kedaulatan Negara Lain.

PM Vanuatu perlu memahami geografi, geopolitik dan geostrategi Indonesia sebagaimana di atur dalam norma dan hukum Hubungan International.

"Papua adalah bagian penting dari NKRI, dan hal ini sudah clear serta dikukuhkan oleh Majelis Umum PBB melalui resolusi 2504 (XXIV). Fakta inilah yang perlu dihormati oleh Vanuatu maupun kelompok-kelompok yang berusaha memprovokasi keutuhan NKRI. Mungkin PM Vanuatu perlu belajar Ilmu Hubungan International sehingga memahami norma dan hukum secara benar," jelas Azis dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (28/9/2020).

Politisi Golkar itu merasa heran dengan Negara Vunuathu yang kerap melontarkan masalah Papua sejak tahun 2016 hingga sidang Umum PBB ke 75 tahun 2020 saat ini. Ia menegaskan, jangan sampai isu yang dilontarkan merupakan sebuah pesanan atau tidak berdasar yang akan berdampak pada Negara Vunuatu tersebut nantinya.

"Sudah jelas dalam PBB kita sepakat bahwa seluruh anggota PBB menjaga stabilitas keamanan dan menciptakan Perdamaian Dunia. Vunuatu justru menghasut Dunia dan menyebarkan Hoaxs kepada Dunia. Ada apa, apakah mereka Pro Separatis?," tegasnya.

Selain itu, Azis juga menekanan agar Vanuatu perlu belajar etika dari konsep ASEAN sehingga bisa menerapkan nilai-nilai peradaptasian yang baik tanpa mengintervensi apa lagi menuduh sesama negara berdaulat.

Kemudian dalam kesempatan itu, Azis mengapresiasi tanggapan melalui hak jawab oleh Diplomat Indonesia Silvany Austin Pasaribu. Sebagaimana diketahui Diplomat muda Indonesia memberi respon terhadap Perdana Menteri Vanuatu melalui hak jawab.

“Jika level Perdana Mentri Vanuatu tidak ingin dipermalukan oleh diplomat muda Indonesia, maka Vanuatu harus mulai belajar menghormati norma-norma international. Saya mengapresi dan mendukung strategi dan langkah Kemlu dalam hal ini," ujarnya.

 

Berita Lainnya

Puluhan Rumah di Bekasi Berhamburan Diterjang Angin Puting Beliung

SOKSINEWS.COM, Puluhan rumah yang berada di dua desa dan satu kelurahan, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, mengalami kerusakan . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020

Kebakaran Gedung Kejagung Akibat Puntung Rokok, 8 Orang Jadi Tersangka

SOKSINEWS.COM, Bareskrim Polri menetapkan delappan orang menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana kebakaran gedung utama Kejaksaan . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020

23 Oktober, Pasien Sembuh COVID-19 Tambah 4.094

SOKSINEWS.COM, Satgas Penanganan COVID-19 menyebutkan hingga 23 Oktober 2020, pasien sembuh dari penyakit COVID-19 tercatat bertambah . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020

Kemenhub Awasi Ketat Transportasi Saat Libur Cuti Bersama Akhir Oktober

SOKSINEWS.COM, Untuk mencegah peningkatan kasus COVID-19, Kementerian Perhubungan memastikan akan mengawasi ketat transportasi . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020

Tumbuhkan Semangat Karya Kekaryaan untuk Menjawab Tantangan Zaman

SOKSINEWS.COM, Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar, Meutya Hafid mengatakan, Golkar lahir dengan semangat . . .

Nasional Jumat, 23 Oktober 2020