Sabtu, 31 Oktober 2020

 

 

Nasional

Turki Diperingatkan Agar Tak Ikut Campur dalam Konflik Armenia-Azerbaijan

Melly Kartika Adelia
Senin, 28 September 2020 22:07 WIB

Turki Diperingatkan Agar Tak Ikut Campur dalam Konflik Armenia-Azerbaijan
Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan (Foto: ISTIMEWA)

SOKSINEWS.COM, Pernyataan mengejutkan datang dari Perdana Menteri (PM) Armenia, Nikol Pashinyan. Dia telah terang-terangan menyatakan peringatan agar Turki tidak ikut campur dalam konflik terbaru negaranya dengan Azerbaijan.

Seperti dikutip Akurat.co dari Middle East Online, peringatan tersebut disampaikan secara langsung oleh Pashinyan pada Minggu (27/9) kemarin. Saat itu, Pashinyan pun meminta komunitas internasional untuk memastikan agar Ankara tidak melibatkan diri dalam konflik atas Nagorno-Karabakh.

Sebelumnya, Turki sendiri diketahui sempat memojokkan Armenia atas pecahnya bentrokan antara pasukan Armenia dan Azeri. Dalam sikapnya, Ankara bahkan menuding bahwa Yerevan hanyalah penghalang perdamaian di tanah Nagorno-Karabakh.

Tidak sampai disitu, sekutu Azerbaijan itu juga bersumpah untuk terus mendukung Baku.

"Rakyat Turki akan mendukung saudara-saudara Azerbaijan kami dengan segala cara seperti biasa," cuit Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan seperti dilansir oleh The Moscow Times.

Tidak lama setelah itu, Pashinyan bergegas melontarkan pernyataan balasan untuk Ankara. Pashinyan pun mengklaim bahwa perilaku Turki tersebut hanya akan memicu konsekuensi buruk bagi Kaukasus Selatan dan wilayah tetangganya.

Setidaknya 24 orang dilaporkan tewas setelah kedua negara terlibat pertempuran di wilayah Nagorno-Karabakh sejak Minggu (27/9) kemarin.

Sementara, Nagorno-Karabakh sendiri secara internasional diakui sebagai bagian dari Azerbaijan. Namun, di lapangan, kawasan ini telah dikendalikan oleh etnis Armenia.

Perang atas Nagorno-Karabakh juga menjadi salah satu konflik paling tua di dunia. Pada awal 1990-an lalu, puluhan ribu orang bahkan dilaporkan tewas dalam pertempuran.

Selama lebih tiga dekade ini, konflik di Pegunungan Kaukasus tetap tidak terselesaikan. Pun, pertempuran berkala dilaporkan kerap terjadi hingga pada 2016 lalu, perang sempat menelan sekitar 200 nyawa.[]

Berita Lainnya

Ambisi Solskjaer: MU Taklukkan Arsenal untuk Rayakan Laga ke-100

SOKSINEWS.COM, Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer berambisi pada pertandingan ke-100-nya selama melatih United dirayakan . . .

Nasional Jumat, 30 Oktober 2020

Soal Kesejahteraan Guru, Mas Adi: Politik Anggaran Harus Dilaksanakan Maksimal

SOKSINEWS.COM, Paslon Pilkada Kota Pasuruan nomor urut satu Saifullah Yusuf-Adi Wibowo menegaskan bahwa ada dua hal masalah pendidik . . .

Nasional Jumat, 30 Oktober 2020

Dua Wisatawan Candi Borobudur Dinyatakan Positif COVID-19

SOKSINEWS.COM, Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah menyatakan dua wisatawan lokal yang akan berkunjung di kawasan . . .

Nasional Jumat, 30 Oktober 2020

Gempa dan Tsunami Guncang Turki, 6 tewas dan 202 Luka-luka

SOKSINEWS.COM, Gempa tektonik dengan magnitudo 7,1 mengguncang Turki, Yunani dan Bulgaria pada Jumat (30/10) pukul 18.51.26 WIB. . . .

Nasional Jumat, 30 Oktober 2020

Pertamina Pastikan Stok BBM di Jalur Wisata Jawa Aman

SOKSINEWS.COM, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) III Jawa bagian barat memastikan, stok bahan bakar . . .

Nasional Jumat, 30 Oktober 2020