Sabtu, 31 Oktober 2020

 

 

Nasional

TPU Pondok Ranggon dan Rorotan Ditunjuk Jadi Pemakaman Khusus Pasien COVID-19

Melly Kartika Adelia
Senin, 28 September 2020 22:21 WIB

TPU Pondok Ranggon dan Rorotan Ditunjuk Jadi Pemakaman Khusus Pasien COVID-19
Pemakaman Khusus Pasien COVID-19 (Foto: AKURAT.CO)

SOKSINEWS.COM, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menambah lokasi khusus pemakaman jenazah pasien positif Covid-19 menyusul tingginya angka kematian di wilayah tersebut. 

Gubernur DKI Anies Baswedan telah menunjuk Dinas Bina Marga untuk membuka lahan pemakaman Covid-19 di dua lokasi berbeda. 

Lokasi pertama adalah Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur yang kabarnya bakal penuh pada Oktober 2020. Lokasi kedua TPU Rorotan, Jakarta Utara. Lahan pemakaman di Rorotan mencapai 20.000 meter persegi.

"Iya di Rorotan dengan luas lahan dua hektare," kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho ketika dikonfirmasi, Senin (28/9/2020).

Lahan pemakaman di Rorotan sudah mulai dibuka pada pertengahan September lalu. Lahan seluas dua hektare ini ditaksir bisa menampung 6.000 jenazah pasien corona. Targetnya, pematangan TPU Rorotan tuntas pada Desember 2020.

"Diperkirakan bisa 6.000 petak makam," pungkasnya.

Progres pembukaan lahan baru mencapai empat persen atau baru masuk tahap pembuatan akses masuk yang kini sudah dibangun sepanjang 210 meter persegi.

"Lagi proses fill atau pengurukkan dan pembuatan akses jalan masuk menuju lahan pemakaman," tutur Hari.

Sementara, untuk perluasan lahan di TPU, lanjut Hari, pihaknya akan membuka lahan pemakaman baru seluas 7.141 meter persegi pada tahap pertama. Lalu pada tahap kedua pihaknya akan membuka lahan baru seluas 6.150 meter persegi. Dengan begitu maka total luas pemakaman yang baru dibuka mencapai 13.291 meter persegi.

"Iya kurang lebih segitu (13.291 meter persegi) dari TPU Pondok Ranggon," ucapnya.

Pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan sejak 14 September 2020 lalu, kasus harian corona di Jakarta justru melesat. Bahkan dalam seminggu ini kasus harian stagnan di angka 1.000 lebih, sementara angka kematian mencapai 2,5 persen.

Gubernur Anies Anies Baswedan mengakui hal itu. Dia mengatakan peningkatan kasus itu terjadi lantaran pihaknya rajin melakukan test dan tracking pasien.

"Jumlah kasus aktif masih bertambah dan perlu menjadi perhatian terutama terkait kapasitas fasilitas kesehatan. Yang juga perlu menjadi perhatian khusus adalah angka kematian yang masih terus meningkat, meski menunjukkan tanda awal pelandaian yang mana tingkat kematian saat ini sebesar 2,5 persen,” kata Anies di Balai Kota beberapa hari lalu.[]

Berita Lainnya

Ambisi Solskjaer: MU Taklukkan Arsenal untuk Rayakan Laga ke-100

SOKSINEWS.COM, Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer berambisi pada pertandingan ke-100-nya selama melatih United dirayakan . . .

Nasional Jumat, 30 Oktober 2020

Soal Kesejahteraan Guru, Mas Adi: Politik Anggaran Harus Dilaksanakan Maksimal

SOKSINEWS.COM, Paslon Pilkada Kota Pasuruan nomor urut satu Saifullah Yusuf-Adi Wibowo menegaskan bahwa ada dua hal masalah pendidik . . .

Nasional Jumat, 30 Oktober 2020

Dua Wisatawan Candi Borobudur Dinyatakan Positif COVID-19

SOKSINEWS.COM, Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah menyatakan dua wisatawan lokal yang akan berkunjung di kawasan . . .

Nasional Jumat, 30 Oktober 2020

Gempa dan Tsunami Guncang Turki, 6 tewas dan 202 Luka-luka

SOKSINEWS.COM, Gempa tektonik dengan magnitudo 7,1 mengguncang Turki, Yunani dan Bulgaria pada Jumat (30/10) pukul 18.51.26 WIB. . . .

Nasional Jumat, 30 Oktober 2020

Pertamina Pastikan Stok BBM di Jalur Wisata Jawa Aman

SOKSINEWS.COM, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) III Jawa bagian barat memastikan, stok bahan bakar . . .

Nasional Jumat, 30 Oktober 2020