Rabu, 21 Oktober 2020

 

 

Nasional

Wasekjen Golkar Sebut Mini Lockdown Bisa Diterapkan di Jakarta

Yusuf Asyari
Rabu, 30 September 2020 12:51 WIB

Wasekjen Golkar Sebut Mini Lockdown Bisa Diterapkan di Jakarta
Wakil Sekjen Partai Golkar Ace Hasan Sadzily

SOKSINEWS.COM, Wakil Sekjen Partai Golkar Ace Hasan Sadzily mengatakan intervensi kepala daerah untuk pengendalian penyebaran virus Corona berbasis lokal atau mini lockdown, tidak ada masalah.

Termasuk jika diterapkan di DKI Jakarta. Menurut Ace langkah itu bisa dilakukan misalnya kalau dalam satu perumahan banyak warga yang terpapar wabah Covid-19.

Karantina berciri khusus itu, kata Ace, merupakan langkah bagus untuk diterapkan di satu komunitas perumahan. Dengan begitu bisa membatasi interaksi dari masyarakat luar agar tidak terpapar wabah Covid-19.

“Saya kira kalau tujuan (mini lockdown) itu meminimalisir dan mengendalikan persebaran Covid-19 di level yang paling bawah maka itu merupakan cara terbaik,” ujarnya, Selasa (29/9/2020).

Hanya, tegas Ace, langkah tersebut diharapkan bisa menggugah para tetangga terdekat untuk membantu mensuplai makanan.

“Jadi kepala daerah bisa memberikan arahan atau instruksi kepada penaggung jawab wilayah komunitas tersebut,” kata Ketua Komisi VIII DPR dari Fraksi Golkar tersebut.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan kepada kepala daerah untuk melakukan intervensi pengendalian penyebaran wabah Covid-19 berbasis lokal.

Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta menyatakan setuju dengan arahan tersebut agar tidak banyak pihak yang dirugikan.

Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Basri Baco mengatakan Pemprov DKI seharusnya memberikan pengecualian kepada zona yang sudah hijau dan melakukan pengetatan pada zona yang sudah merah. Dengan demikian, kata dia, tidak ada pihak yang dirugikan.

Namun, Basri mengungkap perlu kajian mendalam untuk menerapkan arahan Presiden Jokowi di Jakarta. Menurutnya, kondisi kepadatan Jakarta memengaruhi langkah itu.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan memperpanjang pengetatan PSBB selama dua pekan, terhitung mulai 28 September hingga 11 Oktober 2020.

PSBB awalnya diberlakukan selama dua pekan mulai 14 hingga 27 September 2020. PSBB kembali diperpanjang karena angka kasus positif Covid-19 berpotensi meningkat kembali jika PSBB dilonggarkan.

Selama PSBB Anies berharap warga Ibu Kota beraktivitas di rumah serta membatasi kegiatan yang mengundang kerumunan. []

Berita Lainnya

Misbakhun Sebut Transformasi Digital Bisa Jadikan Indonesia Negara Maju

SOKSINEWS.COM, Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan, digitalisasi menjadi sebuah keniscayaan yang harus dilakukan . . .

Nasional Rabu, 21 Oktober 2020

Ketua Komisi I DPR Beberkan Penyiaran Digital dalam UU Cipta Kerja

SOKSINEWS.COM, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid membeberkan aturan penyiaran digital dalam Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja. . . .

Nasional Rabu, 21 Oktober 2020

Hajar Hadjuk Split 0-4, Duo Mahessa Bangga Bisa Bela Timnas U-19

SOKSINEWS.COM, Tim Nasional Indonesia U-19 berhasil menggasak Hadjuk Split dengan skor telak 4-0. Pelatih Timnas U-19, Shin Tae-Yong . . .

Nasional Rabu, 21 Oktober 2020

Jokowi Ungkap Empat Kesepakatan Pasca Bertemu PM Jepang Yoshihide Suga

SOKSINEWS.COM, Presiden Joko Widodo menyampaikan empat kesepakatan antara Indonesia dan Jepang pasca pertemuannya dengan Perdana . . .

Nasional Rabu, 21 Oktober 2020

Ketua MPR Ingatkan Pentingnya Sistem Pendukung untuk Kesembuhan Pasien COVID-19

SOKSINEWS.COM, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mengingatkan pentingnya sistem pendukung dari masyarakat hingga pemerintah untuk . . .

Nasional Rabu, 21 Oktober 2020