Kamis, 22 Oktober 2020

 

 

Nasional

Golkar Pertanyakan Helikopter Polisi Terbang Rendah Bubarkan Aksi

Yusuf Asyari
Kamis, 01 Oktober 2020 14:19 WIB

Golkar Pertanyakan Helikopter Polisi Terbang Rendah Bubarkan Aksi
Anggota Komisi III DPR F-Golkar Supriansa

SOKSINEWS.COM, Anggota Komisi III DPR F-Golkar Supriansa, menyampaikan protes soal helikopter milik Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) yang sempat terbang rendah untuk membubarkan massa aksi.

Sat itu massa menggelar aksi setahun tewasnya mahasiswa Universitas Halu Uleo, Randi dan Yusuf. Supriansa meminta Kapolri Idham Azis mengungkap motif pembubaran massa dengan helikopter tersebut.

Supriansa awalnya mengatakan para mahasiswa itu melakukan aksi untuk menuntut keadilan atas tewasnya kawan mereka. Namun nahas, aksi mereka dibubarkan helikopter yang terbang rendah.

"Mereka bersedih sebenarnya, karena mereka menganggap bahwa masih ada pihak-pihak mungkin bisa terlibat tetapi tidak diusut tuntas masalah itu. Mereka bangkit. Lalu helikopter terbang rendah di sana. Untung baik saja helikopter tidak jatuh, coba bayangkan kalau jatuh di situ, Pak Kapolri," kata Supriansa dalam rapat Komisi III bersama Kapolri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Menurut Supriansa, pola pembubaran massa dengan helikopter baru sekali ini dilihatnya. Supriansa menyebut, selama dirinya menjadi aktivis mahasiswa, polisi belum pernah membubarkan aksi seperti yang terjadi di Kendari.

"Pola penanganan kita ini adalah hal model baru yang saya saksikan. Saya aktivis mahasiswa, Pak. Selama saya di kampus, saya menjadi ketua umum senat mahasiswa, saya tidak pernah mengalami yang namanya dibubarkan dengan cara helikopter terbang rendah," ungkapnya.

Karena itulah, ia meminta Kapolri mengusut motif diterbangkannya helikopter itu untuk membubarkan massa aksi. Supriansa juga meminta Polri menggunakan cara pendekatan yang baik dalam penanganan demonstrasi.

"Saya kira prosedur ini juga Pak Kapolri harus menganalisis secara baik apa motif di balik itu sehingga tidak bisakah kepolisian yang ada di Kendari, di (Sulawesi) Tenggara di sana, supaya tidak ada korban berjatuhan terlalu banyak, melakukan pendekatan secara baik, Pak Kapolri," ujar Supriansa.

Seperti diketahui, helikopter milik Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) sempat terbang rendah untuk membubarkan massa aksi setahun tewasnya mahasiswa Universitas Halu Uleo (UHO), Randy dan Yusuf. Polda Sultra memastikan pilot heli tersebut melakukan manuver tanpa izin atasan.

"Pilotnya manuver sendiri," ujar Kabid Humas Polda Sultra AKBP Ferry Walintukan dalam keterangannya kepada detikcom di Kendari, Senin (28/9). []

Berita Lainnya

BMKG: Hujan Disertai Kilat dan Petir Diperkirakan Terjadi di Jakarta Hari Ini

SOKSINEWS.COM, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan agar warga Jakarta untuk mewaspasai potensi hujan . . .

Nasional Kamis, 22 Oktober 2020

Cakada Kader Golkar Harus Mampu Jadi Panutan dalam Mematuhi Protokol Kesehatan

SOKSINEWS.COM, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto berharap kader-kader yang mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) . . .

Nasional Kamis, 22 Oktober 2020

Ketum Golkar Apresiasi Kadernya yang Perjuangkan UU Cipta Kerja di DPR

SOKSINEWS.COM,  Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengapresiasi kinerja Fraksi Golkar di DPR yang dianggap sukses . . .

Nasional Kamis, 22 Oktober 2020

Polisi Belum Juga Tetapkan Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung

SOKSINEWS.COM, Tim penyidik gabungan Bareskrim belum juga menetapkan tersangka kasus kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung). . . .

Nasional Rabu, 21 Oktober 2020

Airlangga Hartarto: Golkar Telah Teruji Banyak Berkontribusi untuk Negara

SOKSINEWS.COM, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, sebagai partai paling senior di Tanah Air, Golkar harus . . .

Nasional Rabu, 21 Oktober 2020