Sabtu, 31 Oktober 2020

 

 

Nasional

Pemprov DKI: Rumah Pasien Isolasi Mandiri Akan Dipasang Stiker

Melly Kartika Adelia
Kamis, 01 Oktober 2020 20:05 WIB

Pemprov DKI: Rumah Pasien Isolasi Mandiri Akan Dipasang Stiker
Wakil Gubernur DKI JAKARTA, Ahmad Riza Patria (tengah) saat menghadiri acara Depinas SOKSI beberapa waktu lalu.

SOKSINEWS.COM, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memasang stiker pada rumah pasien COVID-19 yang tengah melakukan isolasi mandiri.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjelaskan pemasangan stiker dilakukan untuk mempermudah petugas menandai rumah pasien.

Sebab saat melakukan isolasi mandiri, pasien bakal terus dipantau. Lurah bersama Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Tingkat RT/ RW mengawasi proses isolasi mandiri bersama Satpol PP, Kepolisian, TNI, dan unsur terkait untuk melakukan penegakan hukum atau disiplin bila terjadi pelanggaran.

"Ya kan harus diberi tanda, supaya orang yang bertugas mengerti," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Selain mempermudah petugas melakukan pemantauan, pemasangan stiker juga bisa menjadi sebuah peringatan kepada warga sekitar bahwa di lingkungan tempat tinggal mereka ada pasien penyakit menular yang sedang mengkarantina diri sehingga ruang gerak mereka bisa dibatasi.

"Supaya lingkungan masyarakat tahu, keluarga tahu, semua tahu, supaya semuanya memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Semua harus diberi tanda agar tidak salah," ujarnya.

Isolasi mandiri dirumah mula-mula dilarang Gubernur Anies Baswedan setelah terjadi ledakan kasus corona klaster rumah tangga buntut isolasi yang tidak taat.

Namun, Anies kemudian berubah pikiran setelah Pemprov DKI bersama Pemerintah Pusat sedang menyediakan berbagai fasilitas untuk isolasi mandiri diantaranya Wisma Atlet, hotel bintang dua dan hotel bintang tiga.

Bagi warga yang mau mengkarantina diri secara mandiri di fasilitas milik pribadi diperkenankan. Asalkan tempat tersebut memadai dan tidak ada potensi penularan yang terjadi.

"Jika individu atau masyarakat ingin menggunakan fasilitas seperti rumah fasilitas pribadi, maka petugas kesehatan melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas setempat untuk dilakukan penilaian kelayakan sesuai dengan prosedur pelaksanaan isolasi terkendali," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti.

Widyastuti memastikan, pasien yang tempat tinggalnya tidak memadai tetap ngotot dan menolak diisolasi pemerintah, maka bakal dijemput paksa petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI dan Polri.

"Bila kelayakan tempat isolasi tidak memadai, sedangkan untuk individu atau masyarakat tadi yang tidak bersedia dirujuk ke lokasi isolasi terkendali, maka petugas kesehatan menginformasikan kepada Gugus Tugas Setempat atau Lurah atau Camat untuk melakukan penjemputan paksa bersama Satpol PP, Kepolisian, TNI, dan unsur terkait,” tutupnya.[]

Berita Lainnya

Ambisi Solskjaer: MU Taklukkan Arsenal untuk Rayakan Laga ke-100

SOKSINEWS.COM, Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer berambisi pada pertandingan ke-100-nya selama melatih United dirayakan . . .

Nasional Jumat, 30 Oktober 2020

Soal Kesejahteraan Guru, Mas Adi: Politik Anggaran Harus Dilaksanakan Maksimal

SOKSINEWS.COM, Paslon Pilkada Kota Pasuruan nomor urut satu Saifullah Yusuf-Adi Wibowo menegaskan bahwa ada dua hal masalah pendidik . . .

Nasional Jumat, 30 Oktober 2020

Dua Wisatawan Candi Borobudur Dinyatakan Positif COVID-19

SOKSINEWS.COM, Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah menyatakan dua wisatawan lokal yang akan berkunjung di kawasan . . .

Nasional Jumat, 30 Oktober 2020

Gempa dan Tsunami Guncang Turki, 6 tewas dan 202 Luka-luka

SOKSINEWS.COM, Gempa tektonik dengan magnitudo 7,1 mengguncang Turki, Yunani dan Bulgaria pada Jumat (30/10) pukul 18.51.26 WIB. . . .

Nasional Jumat, 30 Oktober 2020

Pertamina Pastikan Stok BBM di Jalur Wisata Jawa Aman

SOKSINEWS.COM, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) III Jawa bagian barat memastikan, stok bahan bakar . . .

Nasional Jumat, 30 Oktober 2020