Sabtu, 31 Oktober 2020

 

 

Humaniora

Ngobrol Bareng Pimpinan SOKSI dengan Ketua MPR, Ini yang Dibahas

Melly Kartika Adelia
Kamis, 15 Oktober 2020 06:42 WIB

Ngobrol Bareng Pimpinan SOKSI dengan Ketua MPR, Ini yang Dibahas
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI Ahmadi Noor Supit dan Sekjen Depinas SOKSI, Mukhamad Misbakhun, membahas seputar perjalanan organisasi SOKSI dalam Podcast Ngobras sampai Ngompol (Ngobrol Asyik sampai Ngomong Politik) di kanal Youtube Bamsoet Channel, di Jakarta, Rabu (14/10/2020).

SOKSINEWS.COM, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI Ahmadi Noor Supit dan Sekjen Depinas SOKSI, Mukhamad Misbakhun, membahas seputar perjalanan organisasi SOKSI dalam Podcast Ngobras sampai Ngompol (Ngobrol Asyik sampai Ngomong Politik) di kanal Youtube Bamsoet Channel, di Jakarta, Rabu (14/10/2020).

Sebagai Ketua Umum yang baru terpilih dalam Munas XI SOKSI, Ahmadi Noor Supit memastikan dibawah kepemimpinannya bersama Misbakhun sebagai Sekretaris Jenderal, SOKSI akan berkonsentrasi terhadap berbagai dinamika kebangsaan. Khususnya terhadap dampak pandemi pada kehidupan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

"Ahmadi Noor Supit menjelaskan, sebagai salah satu pendiri Partai Golkar, SOKSI punya tanggungjawab besar menyukseskan berbagai agenda perjuangan Partai Golkar yang kini sedang dijalankan oleh berbagai kader yang menduduki jabatan publik. Ada Pak Airlangga sebagai Menko Perekonomian, Pak Agus Gumiwang sebagai Menteri Perindustrian, Pak Zainudin Amali sebagai Menpora, Pak Azis Syamsuddin sebagai Wakil Ketua DPR RI serta saya sebagai Ketua MPR RI," kata dia. 

Di samping itu, mereka juga membahas soal perkembangan utang luar negeri Indonesia. 

Misbakhun yang juga Anggota Komisi XI DPR RI ini mengungkapkan, berdasarkan data Bank Indonesia, per Juni 2020 utang luar negeri Indonesia mencapai USD 408 miilar atau setara Rp 6.070 triliun (dengan kurs per dollar sekitar Rp 14.844).

"Utang luar negeri tersebut berasal dari utang pemerintah dan Bank Indonesia sebesar USD 199,286 milliar serta utang swasta sebesar USD 209,669 milliar. Misbakhun menekankan, utang bukanlah tujuan melainkan rangkaian proses untuk menyelesaikan berbagai persoalan," ujar Bamsoet.

Bamsoet kemudian menjelaskan, di tengah pandemi Covid-19 yang membuat dunia usaha lesu, berakibat turun tajamnya pemasukan negara dari sektor perpajakan. Sementara kebutuhan anggaran penanganan Covid-19 sangat besar. Tak ada jalan lain bagi pemerintah selain menambah utang luar negeri.

"Utang luar negeri bukanlah masalah, karena semua negara melakukannya. Bahkan negara sebesar Amerika dan China saja, keduanya juga memiliki utang luar negeri. Terpenting, pengelolaan utang harus dilakukan secara cermat dan hati-hati," jelasnya.

Lebih lanjut, Bamsoet menuturkan, dalam pandangan Ahmadi Noor Supit, secara teori Indonesia sudah masuk dalam krisis ekonomi. Namun krisis kali ini berbeda dibandingkan krisis ekonomi pada tahun 1998.

"Krisis ekonomi 1998 disebabkan manajemen praktek perbankan yang tak sehat. Sementara saat ini karena pandemi Covid-19. Krisis saat ini juga memberikan banyak pelajaran penting, salah satunya agar Indonesia tak lagi bergantung kepada impor. Krisis kali ini membuktikan bahwa saat terjadi kesulitan, bantuan terbesar bukan datang dari negara luar, melainkan dari saudara sebangsa sendiri," paparnya.

Ia menerangkan, dalam penilaian Misbakhun, dengan skema defisit APBN 3%, recovery ekonomi Indonesia diprediksi terjadi pada tahun 2023. Selain itu, kata Bamsoet, Misbakhun juga mengungkapkan peluang ekonomi Indonesia dari logam rare earth atau yang dikenal dengan logam tanah jarang, yang diminati berbagai negara seperti Amerika. 

"Jika dikelola dengan baik, logam rare earth atau berbagai potensi ekonomi dari sumber daya alam lainnya, bisa menambal beban utang luar negeri Indonesia. Misbakhun juga menekankan perlunya BUMN dengan set mencapai Rp 8.000 triliun, bekerja maksimal agar dapat memberikan banyak deviden bagi negara. Sehingga kedepannya Indonesia tak perlu lagi tergantung pada utang luar negeri," terangnya.[] 

Berita Lainnya

Sumpah Pemuda, Ridwan Hisjam: Moment Pemuda Bangkitkan Ekonomi

SOKSINEWS.COM, Anggota DPR RI Fraksi Golkar Ridwan Hisjam mengajak para pemuda kembali bersemangat dalam mengisi semangat sumpah . . .

Humaniora Kamis, 29 Oktober 2020

Teladan Nabi Muhammad Harus Diterapkan di Era Disrupsi Informasi

SOKSINEWS.COM, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan sikap dan teladan Nabi Muhammad yang terpuji harus dapat diterapkan . . .

Humaniora Kamis, 29 Oktober 2020

Ketum Depinas SOKSI Minta Generasi Muda Siapkan Diri Hadapi Tantangan

SOKSINEWS.COM, Ketua Umum Depinas SOKSI, Ahmadi Noor Supit berpesan agar generasi muda lebih mempersiapkan diri dan bertanggungjawab . . .

Humaniora Rabu, 28 Oktober 2020

Ketum Golkar: Pemuda Berperan Besar Membangun Peradaban Bangsa

SOKSINEWS.COM, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengatakan pemuda menjadi kekuatan pendorong di setiap perubahan dan . . .

Humaniora Rabu, 28 Oktober 2020

Meski Vaksin Sudah Ada, Masyarakat Diminta Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

SOKSINEWS.COM, Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN), Erick . . .

Humaniora Rabu, 28 Oktober 2020